MAN 1 Bogor Tercoreng Skandal Pungli Rp 6 Juta Per Siswa, Publik Tuntut Kepala Kemenag Dicopot

Sabtu, 16 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor – Dunia pendidikan kembali diguncang dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bogor, Jawa Barat. Sejumlah wali murid mengaku dimintai pungutan hingga Rp6 juta per siswa, yang dianggap sangat memberatkan, terutama bagi keluarga dengan ekonomi terbatas.

“Bagi kami yang penghasilannya pas-pasan, pungutan di MAN 1 Bogor ini sangat memberatkan. Tapi mau bagaimana lagi, kami takut anak kami dipersulit kalau tidak membayar,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ironisnya, sekolah ini berada langsung di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Namun hingga kini, Kemenag terkesan membiarkan atau setidaknya tutup mata terhadap keluhan para wali murid. Publik mempertanyakan mengapa institusi pengawas ini tidak segera mengambil langkah tegas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi banyak pihak, sikap diam Kemenag justru mengindikasikan adanya kelalaian serius atau kemungkinan pembiaran. Kondisi ini membuat sejumlah elemen masyarakat mendesak pencopotan Kepala Kemenag Kabupaten Bogor karena dianggap gagal mengawasi dan menjaga integritas lembaga pendidikan di bawah kewenangannya.

Praktik pungutan yang bersifat wajib dan memberatkan ini jelas melanggar sejumlah regulasi:
1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional — menjamin pendidikan yang layak dan tanpa hambatan biaya.
2. Permendikbud No. 44 Tahun 2012 — melarang sekolah melakukan pungutan wajib yang tidak sesuai ketentuan.
3. Perpres No. 87 Tahun 2016 tentang Saber Pungli — mengamanatkan pemberantasan pungli di seluruh layanan publik, termasuk pendidikan.

Dengan fakta tersebut, pungutan Rp6 juta di MAN 1 Bogor memenuhi unsur pungli yang harus segera ditindak tanpa kompromi.

Kekecewaan masyarakat terhadap Kemenag membuat harapan kini beralih kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Rekam jejak KDM yang dikenal tegas dalam memberantas pungli di berbagai sektor dinilai perlu segera dibuktikan di kasus ini.

Masyarakat mendesak Gubernur untuk:
• Membentuk tim investigasi independen mengusut pungli di MAN 1 Bogor.
• Menindak tegas oknum yang terlibat, termasuk pejabat pengawas.
• Menekan Kemenag agar bersih-bersih internal dan mencopot pejabat yang lalai.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala MAN 1 Bogor belum memberikan pernyataan resmi.

Hal ini menambah kecurigaan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas sekolah. Masyarakat menegaskan, pendidikan adalah hak semua anak bangsa, dan praktik pungli adalah pengkhianatan terhadap cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika Kemenag terus diam, publik khawatir lembaga ini kehilangan kepercayaan masyarakat.

 

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
SDN Panaongan III Sumenep Tunjukkan Budaya Inovasi: Observasi Kinerja Kepala Sekolah Penuh Refleksi dan Inspirasi
Pamit dengan Al-Qur’an, SDN Prancak III Sumenep Ukir Momen Haru Lewat Manaqosah Juz 30
Dari Sekolah Tanpa Kantor, Lahir Mimpi Besar: SDN Panaongan IV Sumenep Siap Gelar PERJUSAMI Spektakuler
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
MBG Libur, Semangat Tak Luntur! SAPASATE SDN Panaongan III Sumenep Tetap Menggelar Sarapan Pagi Bersama
Setelah Melalui Sederet Kegiatan Hardiknas, CV Ayunda Hadirkan Ledakan Kebersamaan di JJS Berhadiah Umroh SDN Barkot 3 Pamekasan
SDN Pasongsongan I Sumenep Istiqamah Gelar Jumat Berkah dan Sosialisasi Gempa, Kepala Sekolah Fokus Bentuk Karakter Religius dan Tangguh

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:12 WIB

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:56 WIB

SDN Panaongan III Sumenep Tunjukkan Budaya Inovasi: Observasi Kinerja Kepala Sekolah Penuh Refleksi dan Inspirasi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:12 WIB

Pamit dengan Al-Qur’an, SDN Prancak III Sumenep Ukir Momen Haru Lewat Manaqosah Juz 30

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:34 WIB

Dari Sekolah Tanpa Kantor, Lahir Mimpi Besar: SDN Panaongan IV Sumenep Siap Gelar PERJUSAMI Spektakuler

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Berita Terbaru