SUMENEP – Festival Tembakau Madura (FTM) 2025 yang berlangsung di Stadion A. Yani menjadi momentum penting bagi industri rokok lokal untuk menegaskan eksistensi dan daya saingnya. Pada kunjungan resmi, Senin (1/9/2025), Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Plt. Sekretaris Daerah Syahwan Efendi serta Kadisbudporpar Moh. Ikhsan meninjau satu per satu stand pameran, termasuk milik PR JLB.
Dalam kesempatan tersebut, PR JLB memperlihatkan secara langsung hasil produksi andalannya, SKT JLB99, kepada Bupati dan jajaran pejabat.
Rombongan disambut hangat oleh SPG dan karyawan perusahaan, sementara manajemen menjelaskan detail proses produksi, mulai dari pemilihan tembakau pilihan hingga cita rasa khas yang membedakan JLB99 di pasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sari, Perwakilan manajemen PR JLB menyampaikan bahwa kehadiran mereka di FTM bukan sekadar ajang promosi, melainkan wujud komitmen untuk menjaga kualitas, membuka lapangan kerja, sekaligus membawa nama baik kretek Madura.
“Kami bangga dapat menunjukkan SKT JLB99 langsung kepada Bupati. Produk ini lahir dari tangan-tangan terampil perempuan Madura yang penuh ketelitian. Bagi kami, setiap batang JLB99 bukan hanya rokok, tetapi simbol perjuangan, identitas, dan kebanggaan masyarakat Madura,” ujarnya.
Festival Tembakau Madura 2025 semakin menegaskan bahwa kretek Madura bukan hanya komoditas dagang, melainkan warisan budaya yang hidup dan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
Kehadiran SKT JLB99 memperkuat keyakinan bahwa rokok lokal Madura mampu bersaing di pasar nasional, bahkan menantang dominasi merek besar.
Dengan filosofi sederhana namun kuat, PR JLB menunjukkan bahwa industri rokok Madura adalah benteng ekonomi sekaligus lambang harga diri masyarakatnya.
Penulis : Redaksi







