Terminal Mangkang dan Semarang Zoo Jalin Kerja Sama Dukung Wisata Edukasi

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Detikzone.id – Terminal Tipe A Mangkang menjalin kerja sama dengan Semarang Zoo atau Taman Satwa Semarang untuk memperkuat peran kebun binatang sebagai pusat edukasi sekaligus lembaga konservasi satwa. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di kantor Terminal Mangkang pada Senin (15/9/2025).

Kepala Terminal Tipe A Mangkang, Reno Adi Pribadi, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan wisata edukasi berbasis satwa dan lingkungan.

Menurutnya, kebutuhan manusia akan lahan pemukiman kerap menekan ruang hidup satwa liar sehingga diperlukan keberadaan lembaga konservasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kerja sama ini menjadi wujud dukungan kami dalam menjaga kelestarian satwa dan lingkungan. Dengan adanya kebun binatang, satwa bisa tetap lestari dan diwariskan untuk generasi mendatang, tidak hanya sekadar menjadi cerita atau gambar,” ujar Reno.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Jangan membuang sampah sembarangan karena bisa merusak habitat dan memicu bencana. Jika ada satwa liar masuk permukiman, sebaiknya dilaporkan ke damkar agar bisa dievakuasi, bukan dibunuh,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo, menjelaskan beberapa poin dalam kerja sama tersebut.

Di antaranya, karyawan Terminal Mangkang mendapatkan tiket gratis, sedangkan keluarga mereka memperoleh potongan harga hingga 30 persen.

Selain itu, tersedia pula 5.000 voucher diskon yang akan dibagikan kepada penumpang transit di terminal, sehingga mereka bisa menikmati wahana edukasi satwa dengan harga lebih terjangkau. Kerja sama ini berlaku selama dua tahun.

Bimo menegaskan bahwa Semarang Zoo tidak hanya berperan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai pusat konservasi.

Program pengembangbiakan satwa dilindungi, kata dia, diarahkan untuk dilepasliarkan atau ditukar dengan lembaga konservasi lain guna menjaga kemurnian spesies.

“Konservasi bukan hanya menjaga satwa tetap hidup, tetapi juga memastikan keberlangsungan jenisnya dan menghindari perkawinan sedarah,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung sesuai prinsip five freedoms, yaitu bebas dari lapar dan haus, bebas dari stres, bebas berkembang biak, bebas berekspresi layaknya di alam, serta bebas dari penderitaan.

“Tantangan terberat setelah satwa berkembang biak adalah memastikan mereka tetap sehat melalui pertukaran dengan lembaga konservasi lain atau dilepasliarkan kembali,” pungkasnya.

Penulis : Mualim

Berita Terkait

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026
Bupati Sumenep: MEC 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Keraton
Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang
MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep
Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri
Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia
Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya
Audiensi Sudah Digelar, Warga Warpat Tagih Kejelasan Komisi I DPRD Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:29 WIB

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang

Jumat, 11 September 2026 - 15:51 WIB

MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 15:32 WIB

Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri

Jumat, 11 September 2026 - 15:18 WIB

Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB