Rokok Ilegal ESJE Milik FK Ipar Sultan Pamekasan Dibiarkan  Merajalela, BC Madura Hanya Jadi Penonton

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOLASE FOTO. Novian Dermawan, Kepala Bea Cukai Madura dan rokok ilegal merk

KOLASE FOTO. Novian Dermawan, Kepala Bea Cukai Madura dan rokok ilegal merk "ESJE" yang ditengarai bersarang di Kabupaten Pamekasan kepunyaan FK yang dibiarkan bebas beredar kendati tanpa dilekati pita cukai

PAMEKASAN Malapetaka hukum tengah berlangsung di bumi Madura. Rokok ilegal merk “ESJE” yang ditengarai milik FK, saudara ipar salah satu Sultan Pamekasan, kini merajalela di pasaran tanpa pita cukai, seakan negeri ini sudah kehilangan wibawa hukum.

Ironis, aparat penegak hukum (APH) dan Bea Cukai Madura justru diam seribu bahasa, seakan lupa tugasnya. Padahal, kantor Bea Cukai Madura berdiri megah di Pamekasan, jantung sarang rokok ilegal yang kini terang-terangan memproduksi dan mengedarkan barang haram itu.

“Rokok ilegal merk ESJE itu jelas milik FK, ipar Sultan Pamekasan,” ungkap S, sumber terpercaya dengan nada geram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta yang lebih memalukan: Bea Cukai Madura tahu betul titik-titik sarang produksi, namun tak pernah disentuh.

“Yang aneh, bukannya menurun, justru merk rokok ilegal baru terus bermunculan. Seolah-olah ada restu dari penguasa hukum di Madura,” beber sumber lain.

Kini, ESJE dijual bebas hanya Rp11 ribu di Sumenep. Murah, ilegal, dan ditelan masyarakat tanpa sadar bahwa negara tengah dirampok di depan mata. Setiap batang yang dibakar adalah bukti lemahnya hukum, dan setiap bungkus yang laku adalah penghinaan bagi negara.

Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, hingga detik ini memilih bungkam. Diamnya pejabat publik di tengah hancurnya marwah hukum sama saja dengan pengkhianatan.

Masyarakat pun tak tinggal diam. Seruan agar Menteri Keuangan Purbaya turun tangan langsung makin menguat. Publik yakin hanya intervensi pusat yang bisa menghentikan dugaan “kongkalikong” ini.

Skandal ini bukan sekadar soal hilangnya triliunan rupiah cukai. Ini soal integritas bangsa yang dipermalukan di hadapan rakyat. Jika rokok ilegal milik ipar salah satu Sultan Pamekasan saja dibiarkan merajalela, apa bedanya Madura dengan wilayah tanpa hukum.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan
Puluhan Paket Sabu Nyaris 50 Gram Dibongkar Polsek Masalembu, Pria 44 Tahun Diamankan
Lagi-lagi Pelecehan Seksual Anak : Didampingi Yakuza Maneges, Oknum Marbot Masjid Diserahkan ke Polresta Sidoarjo
Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku
Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan
Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 102 Botol Miras dari Dua Lokasi
GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan

Senin, 7 September 2026 - 14:42 WIB

Puluhan Paket Sabu Nyaris 50 Gram Dibongkar Polsek Masalembu, Pria 44 Tahun Diamankan

Kamis, 3 September 2026 - 18:31 WIB

Lagi-lagi Pelecehan Seksual Anak : Didampingi Yakuza Maneges, Oknum Marbot Masjid Diserahkan ke Polresta Sidoarjo

Kamis, 3 September 2026 - 12:14 WIB

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku

Kamis, 3 September 2026 - 11:59 WIB

Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB