Kheyla Raih “Best Performance” Duta Batik Kota Kediri 2025, Dorong Batik Jadi Tren Global di Era Digital

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI – Prestasi gemilang diraih oleh Kheyla Ramadhani Putri Iriane, remaja berusia 13 tahun yang berhasil meraih penghargaan Best Performance dalam ajang Duta Batik Kota Kediri 2025.

Ajang pencarian bakat di dunia modeling tersebut berlangsung meriah di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Sabtu (11/10/2025) malam.

Dalam kesempatan itu, Kheyla tampil memukau dengan pemandangan dan kepercayaan diri, menampilkan pesona batik dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, batik bukan sekedar kain, tetapi juga karya seni dan budaya yang memiliki filosofi mendalam dan harus terus dijaga eksistensinya di tengah arus globalisasi.

“Batik memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi. Di era digital ini kita menghadapi tantangan besar, tetapi juga banyak peluang untuk memperkenalkan batik ke dunia luas. Saya ingin mengajak teman-teman muda untuk bangga mengenakan batik, karena batik itu keren dan bisa bersaing dengan produk fast fashion import,” ujar Kheyla.

Kheyla juga menekankan pentingnya pemanfaatan platform digital dan media sosial sebagai sarana memperkenalkan batik ke masyarakat luas, bahkan hingga ke kancah internasional.

“Melalui media sosial, kita bisa mengenalkan dengan cara memakai batik di berbagai acara dan mengajak teman-teman lainnya untuk ikut bangga. Dengan begitu, batik bisa berkembang pesat dan menjadi tren global,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kheyla mengungkapkan keinginannya untuk berkolaborasi dengan desainer muda dan pengrajin batik di Kota Kediri. Ia juga ingin ikut memberi ide eksplorasi motif tradisional dengan sentuhan warna yang cerah dan kekinian tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat.

“Akan luar biasa jika saya bisa berkolaborasi dengan desainer muda, memberi gagasan untuk menciptakan produk ready to wear seperti jaket, kardigan, vest, tote bag, hingga sepatu bermotif batik. Dengan demikian, generasi kita nantinya tidak hanya menjual kain, tetapi juga membawa cerita budaya yang dikemas dalam gaya kekinian,” jelasnya.

Dengan pencapaian ini, Kheyla tidak hanya menunjukkan bakat luar biasa di dunia modeling, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan batik sebagai identitas bangsa di tengah gempuran mode global.

Penulis : Purwasis

Editor : BG17

Berita Terkait

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan
Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 
Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi
Sinergi Dunia Usaha dan Lapas Pamekasan, CV Ayunda Siapkan Warga Binaan Siap Kerja dan Berwirausaha
Sempat Viral di Media Sosial, Unit PPA Polres Pemalang Bergerak Tangani Aduan Perempuan Muda
93.357 Jiwa di Kabupaten Pemalang Terancam Krisis Air

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:01 WIB

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:04 WIB

Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:55 WIB

Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:08 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi

Berita Terbaru