Jaksa Masuk Pesantren, Santri Ponpes LDII Kediri Belajar Hukum dan Pencegahan Kenakalan Remaja

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI – Bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, 600 santri Pondok Pesantren Wali Barokah mengikuti kegiatan penyuluhan hukum. Acara tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan DMC Lantai 5, Rabu (15/10/2025), dalam rangka sukseskan program Jaksa Masuk Pesantren (JMP).

Program JMP ini bertujuan memberikan edukasi hukum sekaligus mendekatkan Kejaksaan dengan lingkungan pesantren. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan memahami pentingnya menjauhi perilaku yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Andi Mirnawaty, menyampaikan bahwa selain memperdalam ilmu keagamaan, para santri juga perlu dibekali pengetahuan hukum untuk menghadapi tantangan di luar pondok pesantren.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Walaupun kehidupan di pesantren tertata dengan baik, para santri tetap perlu dibekali pengetahuan hukum untuk menghadapi tantangan di luar pesantren. Dunia luar tidak selalu seideal di dalam lingkungan pesantren, sehingga mereka perlu memahami perbuatan-perbuatan apa saja yang bisa menimbulkan dampak hukum,” ujar Andi.

Ia menambahkan, fokus utama dari penyuluhan ini adalah mengedukasi santri agar menjauhi kenakalan remaja serta perilaku yang berpotensi hukum.

“Dengan adanya program JMP ini, diharapkan santri dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang kuat sebagai bekal menghadapi kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Ponpes Wali Barokah KH. Sunarto menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus ditingkatkan sebagai langkah preventif sejak dini.

“Kami harus berusaha mencegahnya sejak usia dini dengan cara membekali para santri untuk mengenal norma-norma hukum termasuk peraturan-undangan yang berlaku,” ujar KH. Sunarto.

Ia menambahkan bahwa pemahaman hukum di kalangan santri diharapkan dapat membentuk pribadi yang taat hukum serta membawa citra positif bagi pondok pesantren.

Acara berlangsung interaktif dengan sesi penyampaian materi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Hadir sebagai pemateri dari Kejari Kota Kediri yakni Kasi Intel Boma Wira Gumilar, Kasubsi II Intel Alfiolita Hana Debry Carolina, dan Jaksa Ahli Muda Novan Sofyan.

Ketiganya memaparkan secara rinci berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat berujung pada konsekuensi hukum, seperti bullying, kekerasan seksual, hingga ujaran kebencian di media sosial.

Untuk diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejari Kota Kediri Andi Mirnawaty, Ketua Ponpes Wali Barokah KH. Sunarto, serta Ketua DPD LDII Kota Kediri H. Agung Riyanto.

Melalui kegiatan Jaksa Masuk Pesantren ini, Kejari Kota Kediri berharap dapat menumbuhkan kesadaran hukum sejak dini di kalangan santri agar mereka tumbuh menjadi generasi yang religius, berkarakter, dan taat terhadap peraturan hukum yang berlaku.

Penulis : Bimo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Haflatul Imtihan MDT Al Furqon di Panaongan Sumenep Berlangsung Khidmat, Teguhkan Peran Madrasah sebagai Benteng Generasi Masa Depan
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
SDN Panaongan III Sumenep Gaungkan Bahasa Madura Halus Setiap Pagi, Inovasi Agus Sugianto Tuai Apresiasi
Resmi Jadi Guru Besar Unitomo, Prof. Ully Tampubolon Targetkan Batik Kuasai Fashion Dunia
SMPN 2 Wonotirto Blitar Gelar Tasyakuran Kelulusan Kelas IX Penuh Haru dan Kebersamaan
KKG Gugus 2 Pasongsongan Sumenep Gaungkan Sekolah Ramah Anak Lewat Seminar Anti-Bullying
Membangun Generasi Berkarakter, SDN Pasongsongan 1 Sumenep Gelar Workshop SEL untuk Guru

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:57 WIB

Haflatul Imtihan MDT Al Furqon di Panaongan Sumenep Berlangsung Khidmat, Teguhkan Peran Madrasah sebagai Benteng Generasi Masa Depan

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:09 WIB

Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:29 WIB

SDN Panaongan III Sumenep Gaungkan Bahasa Madura Halus Setiap Pagi, Inovasi Agus Sugianto Tuai Apresiasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:00 WIB

Resmi Jadi Guru Besar Unitomo, Prof. Ully Tampubolon Targetkan Batik Kuasai Fashion Dunia

Berita Terbaru