Jakarta – Usai menunaikan salat Subuh, perhatian publik tertuju pada hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Opini Publik INISIATOR di bawah kepemimpinan Yakub F. Ismail. Laporan tersebut memuat sejumlah penilaian atas satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai membawa banyak perubahan dan kemajuan di berbagai sektor kehidupan berbangsa.
Yakub F. Ismail dalam tulisannya menyebutkan bahwa meski satu tahun bukan waktu ideal untuk mengukur secara komprehensif kinerja pemerintahan, sejumlah capaian penting sudah bisa dijadikan tolok ukur awal.
Pandangan senada disampaikan wartawan senior Adi Suparto. Ia menilai bahwa dalam satu tahun pemerintahan Prabowo, publik paling menyoroti gaya kepemimpinan yang tegas, lugas, dan cepat dalam mengambil keputusan, serta fokus pada hasil nyata. Ia mengapresiasi sederet kebijakan strategis nasional yang menunjukkan konsistensi menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama satu tahun ini, kita bisa saksikan komitmen Presiden Prabowo membawa energi baru dalam tata kelola pemerintahan. Pendekatannya tegas, profesional, dan selalu mengedepankan kesejahteraan rakyat,” ujar Adi.
Dalam bidang ekonomi, pemerintahan Prabowo dinilai berhasil menjaga stabilitas pertumbuhan nasional di tengah dinamika global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertahan di kisaran 5 persen, meski target jangka menengahnya mencapai 8 persen.
Kebijakan diversifikasi ekonomi melalui penguatan sektor pangan, hilirisasi sumber daya alam, dan peningkatan kemandirian industri nasional mulai menunjukkan hasil. Realisasi investasi Januari–September 2025 mencapai Rp1.434 triliun, naik 13,7 persen dari tahun sebelumnya dan membuka 1,9 juta lapangan kerja baru.
Di sisi ketenagakerjaan, kenaikan upah minimum provinsi sebesar 6,5 persen menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan ini berdampak positif bagi pekerja sektor informal, termasuk 4 juta pengemudi ojek daring yang untuk pertama kalinya memperoleh bonus Hari Raya.
Dalam sektor pangan, pemerintah terus memperkuat kedaulatan dan cadangan nasional. Hasilnya, cadangan beras pemerintah mencapai rekor tertinggi 4,2–4,4 juta ton. Indonesia juga mencatat surplus produksi jagung, bahkan berhasil mengekspor ke Malaysia untuk pertama kalinya pada pertengahan 2025.

Di sektor pendidikan, pemerintah mendorong arah baru pembentukan Generasi Emas 2045. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu bukti nyata, dengan target menjangkau 82 juta penerima secara bertahap di seluruh Indonesia.
Meski masih ada tantangan di lapangan, program ini menjadi bagian penting dari transformasi sistem pendidikan yang berorientasi pada pemerataan gizi, pendidikan karakter, dan inovasi digital.
Selain itu, program digitalisasi pembelajaran di bawah arahan langsung Presiden Prabowo dinilai sebagai terobosan penting untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
“Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan membuka akses lebih luas bagi pelajar, terutama di daerah tertinggal. Ini langkah nyata pemerataan pendidikan agar mampu bersaing di tingkat global,” tutur Adi, mantan dosen Universitas Terbuka Surabaya.
Dalam bidang hukum, pemerintahan Prabowo menunjukkan ketegasan dalam pemberantasan korupsi. Kolaborasi erat antara Presiden dan Kejaksaan Agung di bawah ST Burhanuddin menghasilkan capaian signifikan, di antaranya pengembalian triliunan rupiah kerugian negara dari berbagai kasus besar.
Adi menilai, keberhasilan ini memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum sekaligus membuktikan keseriusan pemerintah dalam menegakkan prinsip good governance.
Namun, ia juga berharap agar keberhasilan ini diikuti dengan penguatan kelembagaan hukum, khususnya Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung melalui RUU Perampasan Aset.
“Regulasi ini penting sebagai instrumen pemulihan kerugian negara akibat kejahatan ekonomi,” ujarnya.
Pemerintah juga dinilai tanggap terhadap isu-isu daerah, mulai dari penguatan fiskal, ketahanan pangan, hingga pemerataan pembangunan. Kebijakan cepat tanggap terhadap masalah kemiskinan ekstrem, kesehatan, dan pengangguran menjadi bukti kepemimpinan Prabowo yang responsif dan sensitif terhadap kebutuhan masyarakat.
Gaya kepemimpinan yang tegas namun empatik ini mencerminkan model pemerintahan baru—pemerintahan yang bekerja cepat, terukur, dan berorientasi hasil.
“Kita semua memiliki peran dalam menjaga semangat demokrasi dan mengawal kebijakan publik agar tetap berkeadilan. Pemerintahan Prabowo telah memulai langkah besar; kini saatnya masyarakat turut berpartisipasi memperkuat fondasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.”
Penulis : Adi Suparto







