Nasional – Perbankan syariah di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, di tengah pertumbuhan aset dan meningkatnya jumlah nasabah, muncul pertanyaan besar ”Apakah bank syariah benar-benar mampu bersaing secara setara dengan bank konvensional?” Fakta di lapangan menunjukkan bahwa meskipun potensinya besar, perbankan syariah masih menghadapi tantangan struktural dan persepsi publik yang belum sepenuhnya mendukung.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pangsa pasar perbankan syariah terhadap total industri perbankan nasional terus meningkat dan kini menembus angka sekitar 7–8%. Ini menunjukkan adanya pertumbuhan yang stabil, terutama setelah lahirnya Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai hasil merger tiga bank syariah besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan jumlah nasabah yang terus bertambah, kehadiran perbankan syariah kian dikenal luas sebagai alternatif yang sesuai dengan prinsip keuangan Islam.
Namun, bila dibandingkan dengan bank konvensional, pertumbuhan tersebut masih tergolong kecil. Bank konvensional masih mendominasi pasar dengan pangsa lebih dari 90%, baik dalam hal aset, jaringan, maupun literasi masyarakat.
Salah satu penyebab utama daya saing bank syariah yang masih lemah adalah tingkat literasi keuangan syariah yang rendah. Banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan mendasar antara sistem bunga konvensional dan prinsip bagi hasil dalam perbankan syariah.
Akibatnya, mereka cenderung melihat bank syariah hanya sebagai versi “berlabel Islam” dari bank konvensional.
Selain itu, dalam hal inovasi digital dan teknologi, bank syariah juga harus berjuang lebih keras.
Walaupun beberapa bank syariah telah mengembangkan aplikasi mobile dan layanan digital, daya saing teknologi mereka masih tertinggal dibandingkan pesaing konvensional yang sudah lebih dulu berinvestasi besar dalam transformasi digital.
Meski demikian, bank syariah memiliki keunggulan dari sisi kepercayaan dan etika bisnis yang didasarkan pada keadilan serta keberlanjutan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsep keuangan yang beretika (ethical finance), bank syariah berpotensi menjadi pilihan utama generasi muda yang mencari sistem keuangan yang transparan dan berkeadilan.
Dengan meningkatkan literasi masyarakat, digitalisasi layanan, serta pengembangan produk inovatif yang tetap memegang teguh prinsip syariah juga menjadi kunci untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
Penulis : Nia Laili Ramadhani
Mahasiswi Universitas Tazkia







