KEDIRI, Detikzone.id — Kasus trauma yang dialami seorang anak perempuan, sebut saja Melati (nama samaran), warga Kota Kediri, mendapat perhatian serius dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Kediri.
Penanganan intensif awal ini, dilakukan agar kondisi psikologis Melati kembali pulih setelah mengalami peristiwa yang meninggalkan dampak emosional mendalam.
H. Zaki Zamani, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak P3AP2KB Kota Kediri, menegaskan bahwa masyarakat dapat segera melapor jika mendapati kasus serupa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika terjadi hal-hal seperti ini, warga Kota Kediri bisa langsung menghubungi layanan 112 Halo Mbak Wali atau hotline UPT,” ujar Zaki saat dihubungi melalui WhatsApp oleh jurnalis media ini, Jumat (21/11/2025) sore.
Zaki menekankan pentingnya peran orangtua sebagai pendamping utama bagi anak yang mengalami trauma.
“Orangtua harus berusaha menjadi teman terbaik bagi dia (Melati -red), lebih banyak mendengar apa yang dia rasakan, meyakinkan bahwa kita selalu ada di sisi dia dan siap memberikan dukungan penuh,” tambahnya.
Sementara itu, psikolog klinis Arbita Wafdatul Ilmia, yang menangani pemulihan Melati, mengungkapkan bahwa kondisi anak tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Alhamdulillah, sekarang sudah agak membaik. Awalnya tidur Melati sering terganggu setiap hari. Dari hasil asesmen awal, kecemasan cukup mengganggu aktivitasnya. Namun kini kondisinya mulai stabil,” jelas Arbita.
Untuk mendukung pemulihan emosional Melati, Arbita merencanakan serangkaian terapi lanjutan.
“Pertemuan berikutnya akan kami jadwalkan terapi jurnal, semacam menulis diary, untuk membantu merealisasikan emosinya. Setelah satu minggu, hasilnya akan dievaluasi lagi. Ada juga terapi bermain yang bisa membantu, namun sejauh ini Melati menunjukkan progres yang baik,” tambahnya.
Arbita juga menegaskan bahwa peran orangtua sangat penting dalam proses pemulihan anak.
“Yang terpenting, orangtua memberikan support dan perhatian terbaik. Anak perlu merasakan bahasa cinta orangtuanya—baik melalui pelukan, kedekatan, maupun rasa aman ketika mereka butuh ditenangkan,” ujarnya.
Untuk diketahui, Arbita merupakan psikolog yang berfokus pada psikologi anak, remaja, dewasa, dan konseling keluarga.
Dengan koordinasi antara pihak keluarga, psikolog, serta Dinas P3AP2KB Kota Kediri, proses pemulihan Melati diharapkan terus menunjukkan perkembangan positif hingga pulih sepenuhnya.
Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika melihat, mendengar, atau mengetahui adanya kasus serupa untuk mencegah dampak psikologis berkepanjangan pada anak.
Penulis : Bimo








