SUMENEP – Komunitas Jurnalis Sumenep Independen (JSI) kembali menegaskan kiprahnya sebagai jurnalis yang peduli terhadap pembangunan fasilitas sosial, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Gerak Galang Dana, JSI menerima bantuan dari seorang Hamba Allah dermawan berupa 100 dus keramik untuk mendukung pembangunan musola yang sempat ambruk di Dusun Cekkor, desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding Sumenep.
Pembangunan kini telah mencapai 50 persen, dengan pemasangan kayu untuk genteng tengah berlangsung, Minggu, 30/11/2025.
Ketua JSI, Igusty Madani, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas dukungan tersebut. Ia menekankan bahwa bantuan ini menjadi motivasi bagi seluruh pengurus dan anggota untuk terus bergerak membangun fasilitas yang bermanfaat bagi komunitas jurnalis dan masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Atas nama JSI, saya mengucapkan terima kasih kepada Hamba Allah yang dermawan serta semua elemen yang turut mendukung kegiatan ini. Semoga niat baik ini menjadi amal jariyah dan memacu semangat kita semua,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya partisipasi seluruh anggota dan masyarakat dalam kelancaran pembangunan. Dukungan nyata dari berbagai pihak menjadi kunci agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan sesuai harapan.
“Pembangunan fasilitas ini diharapkan memberikan kenyamanan, mendukung kegiatan JSI di masa depan, dan menjadi simbol soliditas serta kepedulian komunitas jurnalis di Sumenep,” tegasnya.
Pengurus JSI, Ibnu Hajar, saat meninjau pembangunan musola, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur dermawan.
Menurutnya, musola tersebut menjadi tempat beribadah yang sangat berarti bagi masyarakat di desanya, sehingga dukungan untuk pembangunan kembali fasilitas tersebut memiliki nilai sosial dan spiritual yang tinggi.
Selain fokus pada pembangunan musola, JSI juga konsisten menjalankan program sosial dan lingkungan. Komunitas ini rutin menggelar kegiatan bersih-bersih kota, program Saku Berkah untuk warga dhuafa setiap pekan, santunan untuk anak yatim, serta tengah berproses untuk pembelian Ambulance Umat yang akan membantu layanan darurat masyarakat.
Aksi bersih-bersih kota terbaru berlangsung pada Jumat pagi, 28 November 2025, di sejumlah titik rawan sampah, termasuk di Jl. Arya Wiraraja, Gedungan, tepat di sebelah barat terminal, lokasi yang kerap menjadi tumpukan sampah. Bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Sumenep, para jurnalis turun langsung dengan tangan berlumur lumpur dan sampah, membuktikan bahwa kepedulian lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa komunitas jurnalis bisa menjadi motor penggerak kebaikan di akar rumput. Program-program berkelanjutan seperti penggalangan dana musola, Saku Berkah, santunan anak yatim, dan Ambulance Umat menjadi bukti bahwa jurnalisme yang peduli mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Dalam pandangan JSI, profesi jurnalis bukan sekadar pengamat, tetapi bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Dengan aksi nyata yang berkelanjutan, JSI Sumenep menegaskan komitmennya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, serta menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya dalam menebar kebaikan secara nyata.
Penulis : Ila








