Rp 1,8 Miliar untuk Festival Musik Hura-hura, Disbudpar Jatim Diduga Abaikan Prioritas Publik

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikzone.id — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menjadi sorotan setelah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 1,8 miliar untuk penyelenggaraan Bromo Sunset Festival Musik Dangdut yang digelar di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Minggu (6/11).

Acara yang digelar Disbudpar bersama DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya menjelang akhir tahun. Namun, besarnya anggaran yang digunakan memicu kritik dari sejumlah kalangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan penelusuran dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP Jatim, terdapat dua paket kegiatan yang tercatat. Pertama, jasa penyelenggaraan festival dan konser musik hiburan rakyat dengan volume lima paket. Spesifikasinya meliputi sewa stan pameran, dekorasi, dokumentasi, publikasi, sound system, dan lighting. Total pagu anggaran untuk kegiatan ini mencapai Rp 1 miliar melalui mekanisme e-purchasing APBD Jatim 2025.

Kegiatan kedua adalah jasa penyelenggaraan konser musik dengan volume lima paket. Rinciannya antara lain rapat koordinasi, pembuatan storyline, gladi bersih, kostum, dan kebutuhan pendukung lainnya untuk tiga paket senilai Rp 150 juta per paket. Dua paket lainnya mencakup dekorasi, pembuatan stage, publikasi, karpet, penerangan, dan aksesoris kegiatan senilai Rp 200 juta per paket. Total pagu anggarannya mencapai Rp 850 juta, juga melalui mekanisme e-purchasing.

Sekretaris Wilayah LSM Botan Matenggo Woengoe (BMW), Diki Maulana Muttaqin, menilai penggunaan anggaran tersebut tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi, mulai dari angka pengangguran hingga dampak bencana alam.

“Pengeluaran dana miliaran untuk festival musik adalah bentuk pemborosan dan ketidakpekaan terhadap kondisi ekonomi masyarakat di Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (9/11/2025).

Diki menambahkan, jika Disbudpar beralasan bahwa gelaran musik mampu menggerakkan ekonomi warga melalui vendor, musisi, hingga pelaku UMKM, maka hal itu tetap harus diukur secara jelas.

“Sampai sejauh mana dampaknya? Apakah sepadan dengan biaya yang dikeluarkan dari APBD, terutama jika manfaatnya hanya dinikmati segelintir pihak atau tidak efektif meningkatkan PAD?” tegasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kabid Pemasaran Disbudpar Jawa Timur, Ali Afandi, belum membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirim media ini tidak mendapatkan respons hingga berita ini ditayangkan.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026
Bupati Sumenep: MEC 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda Hidupkan Kembali Warisan Keraton
Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang
MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep
Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri
Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia
Dorong Generasi Muda Sportif dan Berkarakter, Mbak Wali Buka Bahlil Minisoccer U-17 “Asyik Menuju Puncak” zona Kediri Raya
Audiensi Sudah Digelar, Warga Warpat Tagih Kejelasan Komisi I DPRD Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:29 WIB

Gak Jujur Gak SAE! Ribuan Warga Padati Integrity Run Puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026

Jumat, 11 September 2026 - 15:55 WIB

Pastikan Layanan dan Fasilitas Berjalan Optimal, Tenaga Ahli Menteri Imipas Kunjungi Rutan Pemalang

Jumat, 11 September 2026 - 15:51 WIB

MEC 2026 Siap Hidupkan Pesona Keraton, Kadisbudporapar Sumenep: Momentum Memperkuat Jati Diri Budaya Sumenep

Jumat, 11 September 2026 - 15:32 WIB

Polemik Penilaian Festival Tong-Tong, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Tegaskan Mekanisme Juri

Jumat, 11 September 2026 - 15:18 WIB

Disbudporapar Dukung MEC 2026, Harapkan Pesona Keraton Sumenep Mendunia

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB