Penarikan Dana Berbelit, Nasabah BMT NU Sumenep Layangkan Protes

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mekanisme penarikan dana nominal besar yang dinilai berbelit memicu protes dan keluhan nasabah terkait minimnya edukasi serta transparansi layanan.

Mekanisme penarikan dana nominal besar yang dinilai berbelit memicu protes dan keluhan nasabah terkait minimnya edukasi serta transparansi layanan.

SUMENEP – Pelayanan BMT NU Cabang Sumenep kembali menuai sorotan publik. Seorang nasabah bernama Ibnu Hajar mengeluhkan minimnya edukasi dan transparansi terkait mekanisme penarikan dana dalam jumlah besar, setelah dirinya mengalami kendala saat hendak menarik uang lebih dari Rp10 juta, Sabtu (13/12/2025).

Ibnu Hajar mengaku baru mengetahui bahwa penarikan dana di atas Rp10 juta harus dilakukan dengan pemberitahuan satu hari sebelumnya, bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai dua hari. Menurutnya, ketentuan tersebut tidak pernah disampaikan sejak awal dirinya menjadi nasabah.

“Sebagai nasabah, seharusnya kami diberi edukasi sejak awal terkait aturan atau mekanisme penarikan dana, terutama untuk nominal besar. Ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kekecewaan,” ujar Ibnu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mempertanyakan dasar aturan penundaan tersebut dan meminta penjelasan secara detail kepada petugas. Namun, penjelasan yang diterimanya dinilai tidak transparan karena hanya disampaikan secara lisan tanpa disertai dasar aturan tertulis.

“Petugas hanya menyampaikan bahwa itu mekanisme internal pengelolaan dana. Tidak ada penjelasan rinci atau bukti aturan yang jelas,” katanya.

Situasi tersebut sempat memicu perdebatan antara nasabah dan petugas yang berlangsung sekitar satu jam. Setelah perdebatan, petugas akhirnya memperbolehkan Ibnu untuk mengambil sebagian dana dan meminta yang bersangkutan kembali pada jam berikutnya guna mencairkan sisa kebutuhannya.

Tidak hanya menimpa Ibnu, keluhan serupa juga disampaikan warga Sumenep lainnya berinisial R. Ia mengaku mengalami hambatan penarikan dana di atas Rp10 juta dengan alasan harus ada pemberitahuan terlebih dahulu, meskipun seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi.

Menurut R, hingga saat ini dana miliknya belum juga dicairkan meski ia telah menandatangani dokumen yang diminta oleh pihak BMT NU Cabang Sumenep.

“Katanya harus pemberitahuan dulu untuk penarikan di atas Rp10 juta. Kemarin saya sudah tanda tangan, tapi sampai sekarang dananya belum cair, mungkin hari Senin,” ungkap R.

Munculnya lebih dari satu keluhan dari nasabah memunculkan pertanyaan serius terkait konsistensi pelayanan, transparansi mekanisme, serta standar edukasi yang diterapkan BMT NU Cabang Sumenep, khususnya bagi nasabah yang membutuhkan dana dalam kondisi mendesak.

Ibnu Hajar juga mengaku telah berupaya menghubungi Kepala Cabang BMT NU Sumenep untuk meminta klarifikasi dan penjelasan resmi. Namun hingga berita ini ditulis, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Saya sudah mencoba menghubungi kepala cabang. Telepon terlihat berdering, tapi tidak diangkat dan tidak ada telepon balik,” tambahnya.

Para nasabah berharap BMT NU Cabang Sumenep dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, terutama dalam hal edukasi sejak awal, keterbukaan informasi, serta komunikasi yang responsif kepada nasabah.

“Harapan kami, pihak BMT NU bisa lebih terbuka dan proaktif memberikan penjelasan agar kejadian seperti ini tidak terulang dan kepercayaan nasabah tetap terjaga,” pungkas Ibnu.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari Manajemen BMT NU cabang Sumenep. Konfirmasi wartawan juga menemui kesulitan karena keterbatasan akses komunikasi.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri
Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan
JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa
Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim
Kunjungi Stan Arinna di Madura Culture Festival, Bupati Sumenep Borong Roti Arinna Bakery, Wujud Dukungan terhadap Produk Lokal
Tinjau Stan Bank Jatim di MCF 2026, Bupati Sumenep Dorong Transformasi Digital dan Layanan Keuangan Semakin Dekat dengan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:09 WIB

Panen 5.400 Semangka Golden di Lapas Pamekasan, Program Ayunda Sejahtera Dorong Warga Binaan Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WIB

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:27 WIB

JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa

Berita Terbaru