Ketua DPRD Sumenep Soroti Ketimpangan Operasi Rokok Ilegal, Aktivis: Bandar Tetap Aman

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin bongkar ketimpangan penindakan rokok ilegal di Madura

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin bongkar ketimpangan penindakan rokok ilegal di Madura

SUMENEP – Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin dari Fraksi PDI Perjuangan melontarkan kritik tajam terhadap pola operasi penindakan rokok ilegal di Madura yang dinilai tidak tepat sasaran. Kritik tersebut disampaikan dalam Forum Pelaksana FP3TI yang digelar di Surabaya, Selasa (9/12/2025).

Zainal menilai, langkah penindakan yang dilakukan aparat, khususnya Bea Cukai, selama ini justru lebih banyak menyasar pengusaha kecil dan industri rumahan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat Madura.

Menurutnya, pendekatan represif tanpa solusi konkret hanya akan mempersempit ruang hidup pelaku usaha kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya anggota DPRD tiga periode. Konstituen saya pemain rokok. Ketika ditangkap, mereka larinya ke saya,” ujar Zainal di hadapan peserta forum.

Pernyataan tersebut memicu respons kuat dan diskusi serius dari para peserta.

Ia menegaskan bahwa pola penindakan saat ini tidak menyentuh akar persoalan utama peredaran rokok ilegal. Alih-alih membenahi sistem dan regulasi, kebijakan yang diterapkan justru menempatkan Madura sebagai wilayah yang paling terdampak sepanjang tahun 2025.

“Madura ini justru jadi korban penindakan Bea Cukai. Bahkan polisi ikut-ikut melakukan penangkapan. Ini sudah tidak masuk akal,” tegasnya, yang membuat suasana forum berlangsung tegang dan penuh perhatian.

Lebih lanjut, Zainal menyoroti adanya tumpang tindih kewenangan antar aparat yang dinilai memperburuk situasi. Ketidaksinkronan kebijakan dan penegakan hukum tersebut, menurutnya, membuat pelaku industri kecil kehilangan perlindungan dan kepastian hukum.

“Ketika kewenangan tidak jelas dan pendekatan hanya penindakan, yang tertekan selalu masyarakat kecil. Mereka tidak diberi ruang solusi, tidak diberi pembinaan,” ungkapnya.

Zainal pun mendesak pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penindakan rokok ilegal, termasuk regulasi yang berlaku. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang adil, proporsional, serta berpihak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan aspek hukum dan penerimaan negara.

Forum FP3TI sendiri menghadirkan perwakilan pemerintah, pelaku industri, serta para pemangku kebijakan untuk membahas dinamika regulasi rokok dan dampaknya terhadap ekonomi daerah. Kritik Zainal menjadi salah satu sorotan utama dalam forum tersebut, khususnya terkait perlunya pendekatan yang lebih manusiawi dan berkeadilan bagi daerah penghasil rokok seperti Madura.

Terpisah,  aktivis peduli cukai Jawa Timur, Ahmadi, turut menyoroti pola penindakan rokok ilegal yang dinilai timpang. Ia menilai, penegakan hukum selama ini cenderung keras ke bawah namun lemah ke atas.

“Yang sering jadi sasaran justru pelaku kecil dan industri rumahan. Padahal di sisi lain, bandar besar rokok ilegal seolah dibiarkan merajalela tanpa sentuhan hukum yang jelas,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan ketidakadilan dalam penegakan hukum dan memperlebar jarak kepercayaan masyarakat terhadap aparat. Ia menekankan bahwa pemberantasan rokok ilegal seharusnya menyasar aktor utama dan jaringan distribusi besar, bukan hanya pelaku di level bawah.

“Kalau penindakan hanya menyentuh pemain kecil, maka persoalan rokok ilegal tidak akan pernah selesai. Yang dibutuhkan adalah keberanian menindak bandar besar sekaligus memberikan pembinaan dan solusi bagi pelaku usaha kecil,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan evaluasi serius agar penegakan aturan cukai benar-benar menghadirkan keadilan, melindungi ekonomi rakyat, serta tidak mematikan sumber penghidupan masyarakat kecil di daerah.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru