Anak Yatim Terbaring Lemah karena DBD di RSUD Sumenep, Ibu Kesehatan dr. Erliyati Hadirkan Pelayanan Penuh Empati

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perhatian dan kepedulian Dirut RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, kepada Bagas, anak yatim asal Panaongan yang tengah berjuang melawan DBD.

Perhatian dan kepedulian Dirut RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, kepada Bagas, anak yatim asal Panaongan yang tengah berjuang melawan DBD.

SUMENEP — Di tengah dinginnya ruang perawatan rumah sakit, kehangatan justru hadir dari kepemimpinan yang memanusiakan manusia. RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, di bawah nahkoda dr. Erliyati, M.Kes, kembali menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan bukan semata soal obat dan alat medis, tetapi juga tentang empati, kepedulian, dan doa.

Bagas, seorang anak yatim asal Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, harus berjuang melawan demam berdarah dengue (DBD). Tubuh kecilnya melemah, namun harapan tetap menyala ketika ia dirujuk dan dirawat di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep.

Selama tiga hari menjalani perawatan intensif, Bagas tidak hanya mendapat penanganan medis yang cepat dan profesional, tetapi juga sentuhan kemanusiaan yang jarang ditemui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sela kesibukannya sebagai Direktur Utama RSUD, dr. Erliyati, M.Kes, secara khusus menaruh perhatian pada kondisi Bagas. Ia tak segan menanyakan perkembangan kesehatan pasien secara langsung kepada keluarga, memastikan setiap tindakan medis berjalan optimal dan penuh kasih.

Tak berhenti di situ, sosok dokter yang pernah didaulat sebagai Ibu Kesehatan Sumenep ini bahkan kerap memberikan nasihat sederhana namun bermakna kepada Bagas dan keluarganya.

Ia menganjurkan sang anak yatim untuk rajin mengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan, sembari menyemangatinya agar lekas pulih.
Lebih dari sekadar direktur rumah sakit, dr. Erliyati menghadirkan peran seorang ibu. Ia memanjatkan doa tulus, berharap Bagas kelak tumbuh menjadi manusia yang beruntung, kuat, dan bermanfaat bagi sesama.

“Saat ini kesehatannya sudah mulai stabil, insyaAllah besok pulang,” ujar Amani, kakak Bagas, Selasa, 23/12.

Mantan aktivis PMII Bangkalan itu tak mampu menyembunyikan rasa haru dan terima kasihnya atas pelayanan yang diterima adiknya. Menurutnya, sejak pertama masuk hingga masa pemulihan, Bagas mendapatkan pertolongan intensif yang cepat, tepat, dan penuh empati.

“Adik saya mendapat pertolongan intensif yang sangat baik. Pelayanannya cepat, perawatnya ramah dan sigap. Saya sangat mengapresiasi kepemimpinan dr. Erliyati, M.Kes., yang benar-benar memastikan pelayanan berjalan maksimal dan manusiawi,” ungkap Amani.

Amani menilai, komitmen RSUD dr. Moh. Anwar di bawah kepemimpinan dr. Erliyati telah membuktikan bahwa fasilitas kesehatan publik mampu menghadirkan layanan prima tanpa kehilangan sisi kemanusiaan. Bagi keluarga pasien, rasa aman dan nyaman adalah obat yang tak kalah penting dari cairan infus dan obat-obatan.

Pengalaman Bagas menjadi kontras dengan situasi sebelumnya, ketika ia sempat tertahan di Puskesmas Pasongsongan akibat keterbatasan ambulans dan sumber daya manusia. Pasien DBD itu harus menunggu hingga tiga jam sebelum akhirnya bisa dirujuk, sebuah kondisi yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan layanan kesehatan, terutama dalam situasi darurat.

Kehadiran RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep menjadi jawaban atas kegelisahan tersebut. Kecepatan respons, ketelitian tenaga medis, serta keramahan perawat membuktikan bahwa rumah sakit daerah mampu menjadi benteng terakhir harapan masyarakat.

Kisah Bagas bukan hanya tentang cerita kesembuhan seorang pasien, tetapi potret nyata pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan berempati. Di tangan kepemimpinan yang tepat, rumah sakit bukan hanya tempat berobat, melainkan ruang harapan bagi mereka yang paling rentan.

Masyarakat pun diimbau untuk terus memanfaatkan layanan kesehatan secara bijak, menghargai dedikasi tenaga medis, serta bersama-sama menjaga fasilitas kesehatan yang ada. Dengan dukungan semua pihak, pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan humanis bukan lagi harapan, melainkan kenyataan yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat Sumenep.

Dengan keberadaan RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, satu hal menjadi semakin pasti, kesehatan dan keselamatan warga adalah prioritas utama, dan kemanusiaan tetap menjadi jantung dari setiap pelayanan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Jurus Dinkes Probolinggo Kawal Mutu UMKM: Tak Sekadar Periksa, Tapi Rangkul Pelaku Usaha
Ada Beban Apa Dibalik Status WA Plt Direktur RSUD Sumenep Dokter Erliyati?
Ujung Tombak Kesehatan Mandiri, Dinkes Probolinggo Gembleng Kader Siaga Aktif
Jeda Kunjungan Dokter 33 Jam Berujung Maut, Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Probolinggo Evaluasi Pelayanan
Kabar Bahagia Warga Sumenep! RSUDMA Bawa Teknologi CT Scan 64 Slice, Tak Ada Lagi Pasien Terlambat Terdiagnosis ​
Suntikan Energi Baru Pelayanan Kesehatan, Dinkes Probolinggo Sambut 24 Dokter Internsip
Hari ke-113, Detikzone.id Terus Bergerak: Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Menyapa Penjual Kacang, Kopi Keliling hingga Abang Becak
Cegah Stunting dari Hulu, Ketua TP PKK Sumenep Dorong Edukasi Gizi dan Konsumsi Ikan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Jurus Dinkes Probolinggo Kawal Mutu UMKM: Tak Sekadar Periksa, Tapi Rangkul Pelaku Usaha

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Ada Beban Apa Dibalik Status WA Plt Direktur RSUD Sumenep Dokter Erliyati?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Ujung Tombak Kesehatan Mandiri, Dinkes Probolinggo Gembleng Kader Siaga Aktif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Jeda Kunjungan Dokter 33 Jam Berujung Maut, Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Probolinggo Evaluasi Pelayanan

Rabu, 30 September 2026 - 14:59 WIB

Kabar Bahagia Warga Sumenep! RSUDMA Bawa Teknologi CT Scan 64 Slice, Tak Ada Lagi Pasien Terlambat Terdiagnosis ​

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB