Peserta Reuni 30 Tahun Statistika ITS Pilih Myze Hotel Sumenep, Menyambut Matahari dari Timur dan Wisata Konvensi Berkesan

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Myze Hotel tidak sekadar menjadi tempat menginap bagi peserta Reuni 30 Tahun Statistika ITS, tetapi juga menjadi simbol kesiapan Sumenep sebagai destinasi wisata konvensi yang berkualitas. Pemilihan hotel ini oleh para peserta menunjukkan apresiasi terhadap kombinasi kenyamanan modern, fasilitas lengkap, dan nuansa lokal yang kental.

Myze Hotel tidak sekadar menjadi tempat menginap bagi peserta Reuni 30 Tahun Statistika ITS, tetapi juga menjadi simbol kesiapan Sumenep sebagai destinasi wisata konvensi yang berkualitas. Pemilihan hotel ini oleh para peserta menunjukkan apresiasi terhadap kombinasi kenyamanan modern, fasilitas lengkap, dan nuansa lokal yang kental.

SUMENEP — Kabupaten Sumenep, di ujung timur Pulau Madura, kini semakin mantap menapaki peran sebagai destinasi wisata konvensi. Tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya, Sumenep kini siap menyambut berbagai kegiatan pertemuan berskala besar, seminar, pelatihan, hingga reuni, dengan dukungan fasilitas modern, ruang pertemuan memadai, dan akses transportasi yang lancar.

Salah satu peserta Reuni 30 Tahun Statistika ITS asal Sidoarjo, sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, memuji keistimewaan Sumenep. Menurutnya, kota ini memiliki nilai unik sebagai titik paling timur di Pulau Madura.

“Datang ke Sumenep seperti menyambut matahari yang terbit dari timur, lebih cepat dari daerah lain di Jawa Timur. Selain itu, banyak objek wisata yang belum banyak dikunjungi, sehingga peserta bisa menikmati keindahan Sumenep dengan lebih leluasa, termasuk kuliner khasnya yang unik,” ungkapnya, Minggu, 28/12/2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan Sumenep sebagai destinasi wisata konvensi sejalan dengan konsep MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Konsep ini menggabungkan kegiatan pertemuan dengan aktivitas wisata di daerah penyelenggaraan, sehingga pengalaman peserta lebih lengkap sekaligus berdampak langsung pada ekonomi lokal.

Wisata konvensi bukan sekadar agenda formal di ruang pertemuan. Peserta diajak mengeksplorasi potensi wisata daerah, mulai dari destinasi budaya, kuliner, hingga produk UMKM lokal.

Di Sumenep, konsep itu mulai terlihat nyata. Peserta tidak hanya mengikuti rapat atau seminar, tetapi juga mengunjungi berbagai destinasi unggulan, seperti Keraton Sumenep, Masjid Jamik, Museum Keraton, Pantai Lombang, Pantai Slopeng, dan Asta Tinggi. Beberapa peserta bahkan menilai kunjungan ke kepulauan seperti Gili Labak dan Gili Iyang, yang dikenal memiliki kadar oksigen tinggi, sebagai pengalaman paling berkesan.

Aktivitas ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan sejarah, budaya, dan alam Sumenep secara langsung.

Dari sisi akomodasi, seluruh rangkaian kegiatan reuni difokuskan di Myze Hotel. Hotel ini tidak hanya menyediakan kamar yang nyaman, tetapi juga ruang pertemuan modern, fasilitas lengkap, dan lokasi strategis yang mendukung setiap agenda.

Myze Hotel menjadi jantung kegiatan, tempat peserta berkumpul, bernostalgia, sekaligus menikmati suasana lokal yang khas Sumenep.

Pelibatan pelaku UMKM menjadi bagian penting dari pengalaman ini. Produk kerajinan, kuliner khas Madura, hingga jasa pendukung lokal merasakan dampak langsung dari kunjungan peserta.

Aktivitas reuni di Myze Hotel tidak hanya meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat citra Sumenep sebagai kota yang ramah, terbuka, dan siap menjadi tuan rumah kegiatan berskala regional maupun nasional.

Dengan perpaduan antara kekayaan budaya dan alam, fasilitas modern Myze Hotel, serta potensi UMKM yang terus berkembang, Sumenep memiliki modal kuat untuk mengembangkan wisata konvensi secara berkelanjutan.

Kota ini tidak hanya menjadi tujuan wisata rekreasi, tetapi juga destinasi pertemuan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk menanam pengalaman, membangun jaringan, dan memupuk nilai ekonomi lokal.

Di ujung timur Madura, Sumenep perlahan menegaskan diri sebagai kota berkarakter: tempat modernitas bertemu tradisi, pertemuan berskala besar bersanding dengan pengalaman lokal, dan setiap langkah menyimpan cerita yang tak mudah dilupakan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah
Festival Gogoh Iwak di Soso, Bupati Blitar Rijanto Dorong Potensi Wisata Desa Berbasis Kearifan Lokal
Sambut Hari Jadi Sumenep ke-757, Pemerintah Desa Pinggirpapas Wadahi Bakat Seni Lewat Lomba Karaoke Dangdut se-Madura di Cafe Lotus
Jelajah Pantai Lombang, Madura 4×4 Offroad 2026 Hadirkan Komunitas Kijang, N-Max dan PAMDAS Musik
Karhutla Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Wagub Jatim Tinjau Langsung Penanganan Darurat
Gowes ke RTH Baru, Mbak Wali Kerja Bakti Bersih-bersih Sungai
Batuputih Sumenep Punya Segalanya! Pantai Indah, Tembakau Berkualitas hingga Tradisi Ojung yang Mendunia
Dandim Sumenep Resmi Buka Kontes Bonsai se-Jatim, 635 Karya Adu Prestise

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Cari Tempat Nongkrong di Sumenep? M Cafe Hadir dengan Nuansa Estetik yang Bikin Pengunjung Betah

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Festival Gogoh Iwak di Soso, Bupati Blitar Rijanto Dorong Potensi Wisata Desa Berbasis Kearifan Lokal

Rabu, 30 September 2026 - 13:50 WIB

Sambut Hari Jadi Sumenep ke-757, Pemerintah Desa Pinggirpapas Wadahi Bakat Seni Lewat Lomba Karaoke Dangdut se-Madura di Cafe Lotus

Selasa, 1 September 2026 - 13:09 WIB

Jelajah Pantai Lombang, Madura 4×4 Offroad 2026 Hadirkan Komunitas Kijang, N-Max dan PAMDAS Musik

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Karhutla Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Wagub Jatim Tinjau Langsung Penanganan Darurat

Berita Terbaru