Temanggung, Jawa Tengah — Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak, bukan hanya dari aspek kognitif dan fisik, tetapi juga sosial-emosional, moral, dan spiritual.
Menyadari hal ini, TK Elpist Temanggung menghadirkan inovasi pendidikan yang menggabungkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan Kurikulum Merdeka, dengan fokus membentuk anak tangguh menghadapi bencana sekaligus berakhlak mulia.
Program ini menawarkan pendekatan lembut namun terstruktur, menanamkan resiliensi, gotong royong, dan keimanan sejak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aswaja menekankan prinsip tawakal, ikhtiar, dan kepedulian sosial dari ajaran NU, sementara Kurikulum Merdeka fase A/B (usia 0-6 tahun) menekankan kesiapsiagaan melalui aktivitas harian yang menyenangkan.
Dalam kegiatan belajar-mengajar, anak-anak dilatih melalui berbagai proyek dan simulasi. Contohnya:
Fikrah Aswaja: Mendengar cerita Nabi Yusuf dan belajar konsep ikhtiar sebelum bertawakal.
Amaliah Praktis: Simulasi evakuasi saat banjir sambil membaca doa dan lagu Islami.
Proyek Merdeka: Membuat “tas darurat Aswaja” berisi air, biskuit, dan mushaf kecil yang dipresentasikan bersama teman.
Refleksi Harian: Anak-anak diajak bertanya, “Hari ini ikhtiar apa yang kita lakukan?” untuk menanamkan kesadaran moral.
Strategi program dilakukan secara bertahap, memadukan kegiatan di PAUD dan rumah.
Rutinitas pagi dimulai dengan shalawat dan briefing cuaca, bermain tematik melalui role-play mitigasi bencana, hingga workshop bersama orang tua melalui Fatayat NU atau BPBD.
Evaluasi dilakukan melalui portofolio foto dan catatan perkembangan anak. Hasilnya, rasa takut berkurang hingga 50%, sementara anak tumbuh dengan rasa aman spiritual dan kesiapan menghadapi tantangan.
Menurut Miss Eni, guru TK Elpist, program ini sangat penting dalam pembentukan karakter anak.
“Selain belajar mengenal bencana dan mitigasi, anak juga belajar sopan santun, peduli lingkungan, dan meneladani perilaku baik. Semua tercatat dengan instrumen ceklis dan catatan naratif untuk memantau perkembangan moral-spiritual mereka,” ujarnya pada Jumat (15/5/2025).
Program ini selaras dengan cita-cita pemerintah untuk mewujudkan kecamatan tangguh bencana, sekaligus memperkuat identitas Aswaja di era modern tanpa ekstremisme. Dengan pendidikan sejak usia dini, TK Elpist berharap melahirkan generasi wasathiyah yang cerdas, mandiri, dan siap berkontribusi dalam masyarakat harmonis.
Penulis : Dian Agusti, Mahasiswa Semester 1 INISNU Temanggung







