Praktek Ijon di kabupaten Bogor Jauh Lebih Masiv Dalam Perencanaan Proyeknya

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bogor – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Bekasi akibat praktik ijon proyek menjadi tamparan keras bagi dunia penegakan hukum.

Namun di balik gemuruh OTT tersebut, muncul pertanyaan besar: mengapa praktik serupa yang diduga jauh lebih masif di Kabupaten Bogor justru seolah kebal hukum?

Ketua NGO Kabupaten Bogor Bersatu, Rizwan Riswanto, menyebut OTT KPK di Bekasi hanyalah “puncak gunung es” dari praktik pengondisian proyek yang telah lama mengakar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bogor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau di Bekasi bisa dibongkar, maka mustahil Bogor bersih. Di sini indikasinya sudah terang-benderang, tapi anehnya tidak pernah ada penindakan. Publik tentu berhak curiga,” tegas Rizwan saat diwawancarai di kediamannya, Minggu (28/12).

Ia mengungkapkan, pola ijon proyek di Kabupaten Bogor diduga berlangsung sistematis dan terstruktur.

Proyek-proyek strategis disebut sudah ‘dikunci’ sejak awal, bahkan sebelum proses lelang dimulai.

Nama tertentu dengan inisial S kerap muncul dalam berbagai pemberitaan media online sebagai sosok yang disinyalir memiliki pengaruh kuat dalam menentukan pemenang proyek.

“Yang lebih mengkhawatirkan, inisial S ini diduga sering menyebut-nyebut aparat penegak hukum. Ini bukan sekadar isu, tapi sudah jadi pembicaraan terbuka di kalangan pelaku proyek,” ujarnya.

Rizwan menilai, praktik mencatut nama APH untuk memenangkan proyek bukan hanya bentuk arogansi kekuasaan, tetapi juga indikasi rusaknya sistem pengawasan dan penegakan hukum.

Menurutnya, jika benar ada pihak yang merasa aman berlindung di balik nama hukum, maka yang runtuh bukan hanya integritas pengadaan, melainkan kepercayaan publik.

“Ketika hukum dijadikan tameng untuk kejahatan, maka negara sedang dipermalukan,” kata Rizwan dengan nada tajam.

Ia juga menyoroti minimnya respons aparat terhadap berbagai pemberitaan dan laporan masyarakat terkait dugaan permainan proyek di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, pembiaran ini memperkuat dugaan adanya perlindungan terhadap aktor-aktor tertentu.

“Media sudah menulis, masyarakat sudah bicara, NGO sudah bersuara. Tapi APH tetap diam. Diam ini yang justru paling mencurigakan,” sindirnya.

Rizwan mendesak KPK untuk tidak berhenti pada OTT di Bekasi, melainkan memperluas penyelidikan ke wilayah Kabupaten Bogor.

Ia menegaskan bahwa jika hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu, maka akan terbongkar siapa aktor di balik permainan proyek yang selama ini tak tersentuh.

“Jangan sampai Bogor dicatat sejarah sebagai daerah yang aman bagi mafia proyek. Kalau dibiarkan, OTT berikutnya hanya tinggal menunggu waktu,” pungkasnya. (***)

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu 3M
Bikin Geleng-Geleng! Di Tengah Gaung Reformasi Birokrasi Prabowo, Pengurusan Roya di BPN Sumenep Berlarut-Larut
Kalah Telak dari Malaysia: Indonesia Absen dari Penghargaan Haji 2026, Saatnya Evaluasi Besar Layanan Ibadah
MENGENAL LEBIH DEKAT NANIK S. DEYANG: Wanita Tegar dari Kota Pendekar Madiun: Jejak Wartawati Kini Mengawal Gizi Bangsa
Disambut H. Syafwan Wahyudi dan Sang Istri, Valen Meriahkan Madura Fest 2026 di Sumenep, DRT Tegaskan Komitmen Dukung Talenta Muda dan Event Daerah
Kapolres Sumenep dan BPS Jalin Sinergi, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Statistik Akurat
LIBAS JAMAN SDN Soddara I Sumenep Menggema! Dari Yasinan hingga Bakti Sosial, Jumat Manis Penuh Kepedulian dan Kebersamaan
Tujuh Tahun Menebar Cahaya Kebaikan, PASKAS Hadir Menjadi Rumah Besar Amal Soleh dan Kepedulian Umat

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:50 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gelar Gebyar Mutu 3M

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:49 WIB

Bikin Geleng-Geleng! Di Tengah Gaung Reformasi Birokrasi Prabowo, Pengurusan Roya di BPN Sumenep Berlarut-Larut

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:11 WIB

Kalah Telak dari Malaysia: Indonesia Absen dari Penghargaan Haji 2026, Saatnya Evaluasi Besar Layanan Ibadah

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:43 WIB

MENGENAL LEBIH DEKAT NANIK S. DEYANG: Wanita Tegar dari Kota Pendekar Madiun: Jejak Wartawati Kini Mengawal Gizi Bangsa

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:40 WIB

Disambut H. Syafwan Wahyudi dan Sang Istri, Valen Meriahkan Madura Fest 2026 di Sumenep, DRT Tegaskan Komitmen Dukung Talenta Muda dan Event Daerah

Berita Terbaru