Panggung Mewah, Donasi Minim: Aktivis Curigai Ada Drama Tak Beres Dibalik Konser Amal Valen DA7 di Sumenep

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan penonton memadati konser amal Valen DA7 di Sumenep. Hasil donasi yang minim di tengah panggung megah menjadi bahan kritik publik.

Ribuan penonton memadati konser amal Valen DA7 di Sumenep. Hasil donasi yang minim di tengah panggung megah menjadi bahan kritik publik.

SUMENEP – Konser amal bertajuk kemanusiaan yang digelar megah dan spektakuler di Kabupaten Sumenep justru meninggalkan tanda tanya besar. Alih-alih menuai kebanggaan, hasil donasi yang hanya mencapai Rp71 juta memantik kekecewaan dan kecurigaan dari kalangan aktivis hingga Jawa Timur.

Aktivis Jatim, Nurul Qomar, secara terbuka menyebut hasil tersebut tidak masuk akal jika dibandingkan dengan skala acara, kemegahan panggung, serta kehadiran sejumlah pejabat dan pengusaha.

“Mustahil konser semegah itu, dengan artis nasional dan tamu elite, hanya menghasilkan donasi puluhan juta. Ini patut dicurigai. Jangan-jangan ada drama ketidakberesan,” tegas Nurul Qomar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, jika benar konser tersebut membawa misi kemanusiaan, maka hasil donasi seharusnya mencerminkan keseriusan, bukan justru menimbulkan kesan formalitas dan pencitraan belaka.

Senada dengan itu, pemerhati kebijakan publik Rendi juga melontarkan kritik keras terhadap minimnya transparansi penyelenggara. Hingga kini, publik tidak mendapatkan informasi jelas terkait siapa saja donatur, berasal dari mana, dan berapa nominal yang disumbangkan.

“Donaturnya ini siapa? Dari mana saja? Nilainya berapa? Tidak ada kejelasan. Donasi apa-apaan seperti ini? Tolong hargai donatur,” kritik Rendi.

Menurutnya, transparansi adalah syarat mutlak dalam kegiatan kemanusiaan. Tanpa keterbukaan, publik berhak curiga bahwa misi sosial hanya dijadikan bungkus acara hiburan semata.

“Kalau memang niatnya kemanusiaan, jangan cuma jual panggung megah dan euforia sesaat. Publik harus melihat hasil konkret, bukan sorak-sorai,” tegasnya.

Kekecewaan publik semakin terasa ketika hasil konser di Sumenep dibandingkan dengan daerah lain. Di Pamekasan, konser serupa justru sukses menghimpun donasi hingga Rp1,112 miliar, dengan daftar donatur yang diumumkan secara terbuka, mulai dari pejabat, pengusaha, hingga komunitas masyarakat.

Celaknya, di tengah polemik donasi dan elite lokal yang nyaris tak terdengar kontribusinya, justru petugas kebersihan yang tampil sebagai pahlawan paling nyata. Tanpa panggung dan sorotan, mereka membersihkan sampah dan sisa-sisa konser yang mengatasnamakan empati.

“Di balik panggung megah itu, pahlawan sejati bukan mereka yang berdiri sambil berpidato, tetapi mereka yang membersihkan jejak ego dan sampah yang berserakan,” tandas Rendi.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi penyelenggaraan konser amal di Sumenep. Tanpa transparansi, tanpa hasil signifikan, dan tanpa keberanian melibatkan donatur secara terbuka, konser kemanusiaan berisiko berubah menjadi hiburan mahal yang miskin empati.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Meneladani Ibrahim di Era Modern, Pembina DRT The Big Family Sumenep H. Syafwan Wahyudi Tegaskan Idul Adha Adalah Puncak Cinta dan Pengorbanan
Gema Takbir Dari Balik Tembok Lapas Cipinang Bikin Terharu
Tak Sekadar Ucapan Idul Adha, Founder BIP Tegaskan Gerakan Kemanusiaan untuk Wong Cilik Terus Bergerak
Gema Iduladha 1447 H, Bos CV Ayunda Permata Sejahtera H. Bambang Budianto Ajak Tebar Keikhlasan dan Kepedulian
Sosok Dermawan dan Rendah Hati, Detikzone.id Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada H. Syafwan Wahyudi Bos DRT The Big Family Sumenep
Mahasiswa Pamekasan Jadikan Nobar “Pesta Babi” sebagai Ruang Refleksi Sosial dan Kemanusiaan
Founder BIP Ali Zainal Abidin: Tidak Akan Ada Benarnya di Mata Manusia, Cukup Wa Ila Rabbika Farghab
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:31 WIB

Meneladani Ibrahim di Era Modern, Pembina DRT The Big Family Sumenep H. Syafwan Wahyudi Tegaskan Idul Adha Adalah Puncak Cinta dan Pengorbanan

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:15 WIB

Gema Takbir Dari Balik Tembok Lapas Cipinang Bikin Terharu

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:49 WIB

Tak Sekadar Ucapan Idul Adha, Founder BIP Tegaskan Gerakan Kemanusiaan untuk Wong Cilik Terus Bergerak

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:10 WIB

Gema Iduladha 1447 H, Bos CV Ayunda Permata Sejahtera H. Bambang Budianto Ajak Tebar Keikhlasan dan Kepedulian

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:45 WIB

Sosok Dermawan dan Rendah Hati, Detikzone.id Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada H. Syafwan Wahyudi Bos DRT The Big Family Sumenep

Berita Terbaru

SOSBUD

Gema Takbir Dari Balik Tembok Lapas Cipinang Bikin Terharu

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:15 WIB