Membumikan Kitab Kuning: Kala “Dilema Toko Kelontong Madura” Dibedah di Meja Bahtsul Masail

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana forum kajian Kitab Kuning antarpondok pesantren se-Kabupaten Sumenep di PP Mathali'ul Anwar, Senin (5/1/2026). (Foto: Dok. PP Mathali'ul Anwar)

Suasana forum kajian Kitab Kuning antarpondok pesantren se-Kabupaten Sumenep di PP Mathali'ul Anwar, Senin (5/1/2026). (Foto: Dok. PP Mathali'ul Anwar)

SUMENEPDi bawah naungan atap Pondok Pesantren Mathali’ul Anwar, Pangarangan, tumpukan kitab klasik tak sekadar menjadi pajangan rak yang berdebu. Teks-teks kuno itu kembali “dipanggil” untuk berdialog dengan realitas modern yang kian kompleks. Senin (5/1/2026), Forum Kajian Kitab Kuning (FK3) menggelar simposium intelektual yang unik: membedah napas ekonomi rakyat lewat kacamata syariat.

Tajuk yang diangkat pun sangat membumi, yakni “Dilema Toko Kelontong Madura”. Sebuah tema yang menyentuh urat nadi ekonomi masyarakat Madura yang kini menjamur di seantero Nusantara.

Mencari Jalan Tengah bagi Ekonomi Umat
Bagi sebagian orang, toko kelontong mungkin hanya soal transaksi jual-beli biasa. Namun, di meja Bahtsul Masail, para kiai pakar hukum syariat, santri, dan musyawirin membedahnya lebih dalam. Ada kekhawatiran bahwa praktik di lapangan terkadang bersinggungan dengan status fasid (cacat) atau batal secara hukum fikih yang ketat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi yang berlangsung dinamis sejak pukul 08.00 WIB hingga menjelang Zuhur tersebut tidak mencari siapa yang salah. Sebaliknya, FK3 berupaya mencari titik temu antara idealisme hukum Tuhan dengan realitas sosial yang serba cepat. Hasilnya? Sebuah solusi moderat yang mengedepankan prinsip yusrun (kemudahan).

“Hal ini membuktikan jati diri FK3 sebagai kelompok filantropis yang peduli pada aspek religiusitas sekaligus ketahanan ekonomi umat,” tulis laporan resmi kegiatan tersebut.

Motor Literasi di Balik Bilik Pesantren
Pertemuan di PP Mathali’ul Anwar ini merupakan putaran keenam, sekaligus menjadi penutup manis masa transisi FK3 sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Selain memecahkan problematika hukum, forum ini terbukti menjadi “suplemen” bagi ekosistem pendidikan pesantren di Sumenep.

Ustadz Moh Saif Abdillah, Ketua LBM PP Mathali’ul Anwar, melihat forum ini sebagai katalisator penting bagi kemampuan literasi para santri. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung gerakan intelektual ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan Bahtsul Masail FK3 ini karena sangat menunjang minat literasi kitabiyah di pesantren, terutama di Mathali’ul Anwar. Setiap kali ada acara, kami akan terus berusaha mengirimkan delegasi di mana pun lokasinya. Hal inilah yang membuat LBM PPMA saat ini sedang gencar melakukan bahtsul masail untuk meningkatkan literasi kitabiyah para santri dan juga agar dapat ikut berkontribusi dalam acara FK3 ini,” ujar Saif.

Konsistensi Menjaga Tradisi
FK3 kini bukan lagi sekadar ruang dikusi biasa. Ia telah bertransformasi menjadi institusi non-formal yang vital, sebuah wadah filantropi intelektual yang menjaga nalar kritis santri di tengah gempuran modernitas.

Acara ditutup dengan penuh khidmat dan harapan akan keberlanjutan. Salah satu santri dari PP Al-Bustan mengungkapkan kesan mendalamnya atas ruang dialog yang tercipta.

“Harapannya, semoga FK3 tetap konsisten, dan kita semua (para musyawirin) bisa bertemu lagi dalam kesempatan lain, baik dalam debat, dialog, maupun pembahasan lainnya.”

Di tengah dunia yang terus berubah, FK3 mengirimkan pesan kuat: bahwa memahami teks suci bukan berarti kaku terhadap zaman, melainkan upaya terus-menerus untuk membumikan agama demi kemaslahatan manusia.

Penulis : Moh. Saif Abdillah

Editor : Slow Ahmadi Neja

Berita Terkait

Rakorda IMMAPSI Jatim di Unesa, Satukan Visi dan Aspirasi Mahasiswa Demi Masa Depan Pendidikan
Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Juara 3 Bisnis Craft di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026
Guru Hebat Lahir dari Kolaborasi, SDN Pasongsongan I Sumenep Gelar Workshop Literasi dan Numerasi
Tangis Haru dan Gelak Tawa Warnai Penutupan MPLS SDN Panaongan III, Bibit-Bibit Talenta Baru Mulai Bersinar
MPLS Hari Keempat SDN Panaongan III Sumenep Hadirkan “Mana-Mana” dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, Tanamkan Etika Digital hingga Karakter Hidup Bersih Sejak Dini
MPLS Bernuansa Karakter! Pendongeng Nasional Kak Avan Ajak Siswa SDN Pasongsongan I Sumenep Tolak Bullying, Kepsek Tegaskan Pentingnya Empati Sejak Dini
SD Muhammadiyah 1 Bawean dan SMP Muhammadiyah 3 Sangkapura Gresik Gelar MPLS, Usung Tema “MELINGKARLAH” dengan Konsep Circus Show
GEBRAKAN AWAL TAHUN! MPLS Ramah SDN Panaongan III Dibuka Dua Pengawas Sekaligus, Luncurkan SAKOPENGAN dan Hotline PORAGUS

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:05 WIB

Rakorda IMMAPSI Jatim di Unesa, Satukan Visi dan Aspirasi Mahasiswa Demi Masa Depan Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:01 WIB

Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Raih Juara 3 Bisnis Craft di Studenpreneur Bootcamp MCEBI 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:48 WIB

Guru Hebat Lahir dari Kolaborasi, SDN Pasongsongan I Sumenep Gelar Workshop Literasi dan Numerasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:10 WIB

Tangis Haru dan Gelak Tawa Warnai Penutupan MPLS SDN Panaongan III, Bibit-Bibit Talenta Baru Mulai Bersinar

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:40 WIB

MPLS Hari Keempat SDN Panaongan III Sumenep Hadirkan “Mana-Mana” dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, Tanamkan Etika Digital hingga Karakter Hidup Bersih Sejak Dini

Berita Terbaru