Hak Gizi Anak Terancam, Aktivis Ungkap Borok MBG di Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batang-batang

Foto. Sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batang-batang

SUMENEP – Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Andriyadi, mengecam keras dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep yang berlangsung sejak 2025 hingga 12 Januari 2026.

Program nasional strategis yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu dinilai tidak sepenuhnya dijalankan sesuai tujuan awal. Padahal, MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak sekolah.

Andriyadi mengungkapkan, berdasarkan laporan masyarakat yang diterima lembaganya, terdapat indikasi kuat bahwa program MBG diduga dimanfaatkan oleh oknum pengelola dapur untuk meraup keuntungan berlebih. Dampaknya, kualitas dan porsi makanan yang diterima para siswa dinilai jauh dari standar gizi yang seharusnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak-anak sekolah, bukan justru berubah menjadi ladang bisnis yang mengorbankan hak siswa,” tegas Andriyadi kepada media ini, Selasa (13/1/2026).

Ia mencontohkan, menu MBG yang diterima siswa di Kecamatan Batang-batang hanya berupa mie, satu potong tahu, satu buah mentimun, satu buah jeruk, setengah tomat, serta satu agar-agar berbentuk matahari. Menu tersebut dinilai sangat tidak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan negara untuk setiap siswa.

“Baik dari sisi porsi maupun kandungan gizi, ini jelas tidak memenuhi standar. Sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Menurut Andriyadi, lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor utama terjadinya persoalan tersebut. Bahkan, ia menduga adanya unsur kesengajaan dalam pengurangan porsi dan kualitas makanan.

“Masih kami telusuri, apakah ini murni akibat lemahnya pengawasan atau memang ada unsur kesengajaan untuk memangkas anggaran makanan,” tandasnya.

Ia menegaskan, pengawasan dari pihak terkait harus diperketat dan dilakukan secara menyeluruh agar program MBG tidak terus disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan sembarangan. Ini program Bapak Presiden. Bukan untuk memperkaya dapur, tapi untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Andre itu menegaskan, ALARM akan terus mengawal pelaksanaan MBG, khususnya di wilayah Madura dan Kabupaten Sumenep. Bahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan menempuh langkah yang lebih serius.

“Jika dugaan penyimpangan ini terus berulang dan tidak ada tindakan tegas, kami akan melayangkan surat resmi kepada Presiden agar program ini dihentikan sementara,” tegas Andre.

Ia menambahkan, langkah tersebut bukan bentuk penolakan terhadap MBG, melainkan wujud kepedulian agar program tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan mulia yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Program ini terlalu mulia jika harus dirusak oleh kepentingan segelintir orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, turut menyoroti pelaksanaan program MBG di daerahnya. Ia meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Sumenep untuk terus meningkatkan kualitas menu dan kandungan gizi makanan.
Indra mengakui, sejak awal pelaksanaan MBG, masih ditemukan sejumlah dapur yang kualitas menunya belum optimal dan perlu segera dievaluasi.

“Ini harus menjadi evaluasi bersama. Kalau kemarin ada yang kualitasnya kurang baik, ke depan harus lebih baik lagi,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, perbaikan tidak hanya menyangkut porsi, tetapi juga kandungan gizi yang benar-benar dibutuhkan anak-anak sekolah. Ia juga mengingatkan para pengelola dapur agar tidak semata-mata berorientasi pada besaran anggaran.

“MBG ini sudah ada anggarannya. Jangan hanya melihat kecilnya anggaran, tetapi jadikan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Indra menilai, program MBG memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta integritas moral.

“Ingat, makanan yang kita masak untuk anak-anak sekolah itu insyaallah menjadi doa,” tuturnya.

Ia berharap, dengan peningkatan kualitas dan pengawasan ketat, program MBG benar-benar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi muda serta membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Sumenep secara luas.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru