SUMENEP — Akad nikah merupakan puncak dari rangkaian pernikahan yang sarat nilai ibadah dan tanggung jawab. Momentum sakral itu telah dilalui dengan khidmat oleh Ajay Ichwan Pamungkas, S.H., putra dari Haji Ubaid dan Ibu Helmiwati, dengan Siti Safaratul Aqidah, S.M., putri dari Muhammad Nurhasan & Ibu Sahriyati, pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di rumah mempelai wanita.
Prosesi akad berlangsung penuh kekhusyukan disaksikan keluarga dan kerabat dekat.
Dengan terucapnya ijab kabul, kedua mempelai resmi terikat dalam ikatan pernikahan yang sah secara agama dan negara, menandai dimulainya fase baru kehidupan berumah tangga yang diharapkan dilandasi keimanan, kesetiaan, dan tanggung jawab bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai wujud pelestarian adat dan penguatan silaturahmi, keluarga besar mempelai pria yang dipimpin Kepala Desa Pinggirpapas, H. Ubaid Abdul Hayat, akan melaksanakan ngunduh mantu pada Rabu, 28 Januari 2026. Acara ini direncanakan berlangsung di Aula Tuan Gubhe, Gedung Bahaudin Universitas Bahaudin (UNIBA), Jalan Raya Lenteng No. 10, Batuan, Kabupaten Sumenep.
Dalam tradisi masyarakat Madura, ngunduh mantu memiliki makna mendalam sebagai simbol penerimaan mempelai perempuan ke dalam keluarga besar mempelai laki-laki. Selain itu, tradisi ini menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan serta menumbuhkan nilai kebersamaan dan rasa syukur.
H. Ubaid Abdul Hayat mengungkapkan rasa haru dan kebahagiaannya atas terselenggaranya akad nikah putranya. Ia menyampaikan doa dan harapan agar kedua mempelai mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh ketenangan dan keberkahan.
“Sebagai orang tua, kami berharap mereka dapat saling menjaga, saling menguatkan, dan menjadikan pernikahan ini sebagai ladang ibadah. Semoga keluarga yang dibangun menjadi keluarga yang harmonis dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Pihaknya juga berharap rangkaian pernikahan ini menjadi teladan tentang pentingnya menjaga nilai agama dan adat istiadat dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus memperkuat silaturahmi antar sesama.
Pernikahan bukan hanya tentang pesta atau seremoni, tetapi juga sarana menanamkan nilai tanggung jawab, silaturahmi, dan penghormatan terhadap budaya. Akad nikah Ajay Ichwan Pamungkas dengan Siti Safaratul Aqidah dan rangkaian ngunduh mantu menjadi contoh bagaimana tradisi dan agama berjalan seiring, sekaligus menjadi momentum edukatif bagi generasi muda untuk memahami arti keluarga, komitmen, dan nilai-nilai luhur adat Madura.
Penulis : Redaksi









