Saat Siswa SMP Negeri 6 Pemalang Berguru Pada Sejarah dan Alam Jogyakarta

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang- Ratusan siswa kelas VIII
SMP Negeri 6 Pemalang Ikuti kegiatan Outing Class ke Daerah Istemewa Yogyakarta, ada beberapa titik yang menjadi daftar kunjungan para siswa seperti candi Prambanan,Lavatour dan Sono Budaya.

Menurut bagian kesiswaan sekolah setempat Komariyah Yuniati, Outing Class erupakan salah satu metode pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, sekaligus memberi pengetahuan untuk mengenal langsung potensi alam dan kekayaan wisata yang ada disana.

“Kegiatan outing class ini bisa menjadi sarana belajar yang menarik, di mana siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga langsung di lapangan dengan mengenal lebih dekat potensi wisata lokal yang ada di Jawa Tengah dan sekitar,” terang Yuni ,pada Minggu ( 1/2 )

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan,Outing class bukan hanya sekadar kegiatan luar ruangan, tetapi juga sebuah metode untuk menanamkan rasa peduli, cinta lingkungan, dan kebanggaan terhadap daerah.

Outing class ini adalah upaya untuk membekali peserta didik dengan wawasan yang lebih luas serta membangun kecintaan terhadap alam dan budaya sekitar.

“Outing class bisa menjadi cara yang efektif dan menyenangkan untuk membangun kesadaran serta kepedulian siswa terhadap lingkungannya. Dengan begitu, mereka akan memiliki wawasan yang lebih luas serta rasa bangga terhadap daerahnya sendiri,” tambahnya.

Outing class bukan sekadar rekreasi, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka, di mana siswa diajak menjadikan alam dan sejarah sebagai “guru” kedua setelah di sekolah.

Perjalanan edukasi ini membawa siswa menyusuri berbagai destinasi ikonik yang memiliki nilai pembelajaran tinggi. Di Lava Tour Merapi, siswa belajar langsung tentang kekuatan geologi dan mitigasi bencana. Sementara di Candi Prambanan, mereka berdecak kagum mempelajari arsitektur kuno dan sejarah kejayaan bangsa.

Tak berhenti di situ, kunjungan ke Museum Sonobudoyo memberikan wawasan mendalam tentang literasi budaya Jawa. Sebagai penutup yang manis, para siswa diajak melihat langsung proses pembuatan Bakpia sebagai bentuk pengenalan ekonomi kreatif, sebelum akhirnya merasakan interaksi sosial di kawasan Malioboro.

“Kegiatan ini adalah cara efektif membangun kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dengan melihat langsung potensi wisata lokal, mereka akan memiliki wawasan lebih luas serta rasa bangga terhadap identitas daerahnya,” ujar perwakilan pihak sekolah.

Dukungan Penuh dari Orang Tua Murid

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari para orang tua murid. Mereka menilai metode belajar di luar kelas ini sangat dibutuhkan untuk menyegarkan pikiran siswa sekaligus membentuk karakter mandiri.

Ratna, salah satu perwakilan orang tua murid, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami selaku orang tua sangat mendukung program ini. Anak-anak tidak hanya membawa pulang foto-foto bagus, tapi cerita tentang bagaimana bakpia dibuat dan bagaimana sejarah candi itu berdiri. Ini jauh lebih melekat di ingatan mereka daripada sekadar membaca buku di rumah,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Bapak Budi, yang melihat perubahan positif pada anaknya.

“Program Outing Class ini membantu anak-anak kami belajar bersosialisasi dan bekerja sama dalam kelompok. Ini adalah bekal berharga untuk mereka di masa depan. Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus menjadi agenda rutin,” pungkasnya.

Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila
Melalui Outing Class ini, SMP N 6 Pemalang berharap dapat membekali peserta didik dengan karakter yang kuat: peduli lingkungan, cinta budaya, dan memiliki kemandirian sesuai dengan semangat Merdeka Belajar.

Yogyakarta tidak hanya memberikan kenangan, tetapi juga memberikan ilmu nyata yang akan membekas sepanjang hayat. ( Ragil).

Penulis : Ragil

Berita Terkait

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah
Pelatihan Startup Bisnis di STMIK Tazkia Bogor: Mahasiswa Belajar Bangun Bisnis Digital Langsung dari Nol

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:02 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Gus Qowim Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kota Kediri, Doakan Mabrur

Kamis, 2 Jul 2026 - 10:38 WIB