Skandal Mamin BPPKAD Probolinggo: Rp1,1 Miliar Diduga Dikuasai Perorangan

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Gaya hidup mewah dan praktik pengelolaan anggaran Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo kembali jadi sorotan. Anggaran makan-minum (mamin) tahun 2025 yang nilainya mencapai Rp1,1 miliar diduga dikuasai oleh sejumlah penyedia jasa perorangan tertentu tanpa mekanisme lelang resmi.

Berdasarkan data yang dihimpun, alokasi dana tersebut tidak melalui tender terbuka (e-procurement), melainkan dikelola secara swakelola atau penunjukan langsung, yang menimbulkan dugaan praktik “kavling” anggaran mamin. Praktik ini dinilai mengabaikan prinsip transparansi dan persaingan usaha sehat.

Rincian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2025 menunjukkan bahwa dana Rp1,1 miliar untuk pos mamin setara 7,33 persen dari total pagu belanja Rp15 miliar. Namun, anggaran ini tidak ditayangkan sebagai paket tender di LPSE. Dugaan awal, BPPKAD memecah paket menjadi beberapa bagian di bawah Rp200 juta agar dapat menggunakan metode Pengadaan Langsung (PL).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamat Kebijakan Publik, Suliadi, SH, menilai angka Rp1,1 miliar untuk konsumsi satu kantor sangat tidak wajar, apalagi di tengah instruksi efisiensi anggaran.
“Ini ada yang tidak beres. Anggaran mamin sebesar itu tanpa lelang? Itu celah besar untuk korupsi. Harus diselidiki apakah ada penyedia jasa perorangan yang dimonopoli, dan berapa besar potensi mark-up harga per kotak konsumsinya,” tegas Suliadi, Selasa (7/2/2026).

Investigasi awal menunjukkan, vendor mamin yang sering menang proyek di kantor tersebut didominasi individu, bukan perusahaan profesional, dan beberapa memiliki kedekatan dengan oknum pejabat di BPPKAD.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo, Kristiana Ruliani, belum memberikan tanggapan resmi. Surat klarifikasi tertulis yang dikirim sejak Senin lalu tidak dijawab, memicu spekulasi penutupan informasi publik.

Pihak Inspektorat Daerah diharapkan segera mengaudit penggunaan anggaran mamin ini untuk memastikan tidak ada indikasi korupsi atau kerugian negara, sekaligus menegakkan akuntabilitas publik.

Penulis : Moch Solichin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Habiskan Uang Rakyat, Bupati Haris Warning OPD Probolinggo Soal Anggaran Rp801 Miliar
Media Expo 2026 Masuki Malam Keempat, Tongtong Lendhu Sagara hingga Tari Maharaya Meriahkan Hari Jadi Jatim dan Sumenep, Yuk Ramaikan Malam Ini!
Hari Santri Nasional 2026, Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin Serukan Santri Jadi Penjaga Akhlak, Pejuang Ilmu dan Pilar Masa Depan Bangsa
Hari Jadi Sumenep dan Hari Santri, Bupati Fauzi Serukan Ikhtiar Spiritual demi Keberkahan Negeri Lewat 111.111 Kali Pembacaan Al-Waqi’ah
Lepas Kontingen POPDA Jatim XV 2026, Wabup Sumenep Kobarkan Semangat Atlet: Tampil Percaya Diri dan Pantang Menyerah
Bupati Sumenep Dukung Media Expo 2026, Dorong Pers Ikut Menggerakkan Ekonomi Daerah
DPRD-Pemkab Sumenep Sepakati APBD 2027, Anggaran Belanja Lebih Besar dari Pendapatan
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 01:44 WIB

Bukan Sekadar Habiskan Uang Rakyat, Bupati Haris Warning OPD Probolinggo Soal Anggaran Rp801 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin Serukan Santri Jadi Penjaga Akhlak, Pejuang Ilmu dan Pilar Masa Depan Bangsa

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Hari Jadi Sumenep dan Hari Santri, Bupati Fauzi Serukan Ikhtiar Spiritual demi Keberkahan Negeri Lewat 111.111 Kali Pembacaan Al-Waqi’ah

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Lepas Kontingen POPDA Jatim XV 2026, Wabup Sumenep Kobarkan Semangat Atlet: Tampil Percaya Diri dan Pantang Menyerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:43 WIB

Bupati Sumenep Dukung Media Expo 2026, Dorong Pers Ikut Menggerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru