Pemangkasan Dana Desa 70 Persen Picu Krisis Pembangunan, DPRD Sumenep Angkat Suara

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Keputusan pemangkasan Dana Desa hingga 70 persen mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan kekhawatiran serius bagi pembangunan desa di Sumenep. Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Hairul Anwar, menegaskan kebijakan tersebut memberatkan desa, berpotensi menurunkan efektivitas program pembangunan dan layanan publik yang menjadi harapan masyarakat pedesaan.

“Pemotongan 70 persen terlalu besar. Idealnya hanya sekitar 30 persen, atau paling tinggi 50 persen. Jika ini diterapkan, desa-desa akan kesulitan menjalankan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Hairul Anwar, Selasa (24/2/2026).

Dia menambahkan, pemangkasan besar-besaran ini bukan sekadar soal angka, tetapi menyangkut kesejahteraan rakyat yang bergantung pada Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik. Menurutnya, jika pengelolaan anggaran tidak dikaji ulang dan tetap minim produktivitas, maka potensi kerugian bagi desa dan warga sangat besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DPRD Sumenep membuka ruang dialog, namun hingga kini belum ada koordinasi resmi dari Persaudaraan Kepala Desa Indonesia terkait rencana audiensi.

Hairul menegaskan pihaknya siap mengawal aspirasi desa agar kebijakan pemotongan anggaran dapat ditinjau ulang dan disesuaikan secara proporsional.

“Dana Desa harus tetap menjadi instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan pedesaan. Jangan sampai pengurangan anggaran menggerus kreativitas dan produktivitas pemerintah desa,” tegasnya.

Pemangkasan ini pun menjadi alarm keras bagi pemerintah: jika tidak dikaji ulang segera, bukan hanya program pembangunan desa yang terancam, tapi kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola anggaran desa akan ikut runtuh.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Hampir Semua Wartawan JSI Sumenep Kompeten, Komitmen Membangun Pers Profesional Makin Nyata
Tasrif M. Saleh Apresiasi 8 Quick Wins Kapolri: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Satreskoba Polresta Sumenep Amankan Pria 29 Tahun, Sabu 0,47 Gram Ditemukan di Kamar
Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Kalbar Tangani Karhutla: Polisi Bersama Masyarakat!
Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu di Saronggi, Dua Pria Diamankan dengan Barang Bukti 2,14 Gram
Teknologi AI Masuk Desa, Dinkes Probolinggo Buru Kasus TBC Lewat Portable X-Ray
Dijanjikan Dinikahi, Perempuan di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan, Polisi Amankan Pria 22 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Hampir Semua Wartawan JSI Sumenep Kompeten, Komitmen Membangun Pers Profesional Makin Nyata

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Tasrif M. Saleh Apresiasi 8 Quick Wins Kapolri: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Satreskoba Polresta Sumenep Amankan Pria 29 Tahun, Sabu 0,47 Gram Ditemukan di Kamar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:16 WIB

Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Kalbar Tangani Karhutla: Polisi Bersama Masyarakat!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB