SUMENEP, Detikzone.id – Bagi Founder BIP Foundation, Ali Zainal Abidin, berbagi bukan sekadar kegiatan sosial yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Baginya, kepedulian adalah panggilan hati yang harus terus dijaga, terutama ketika masih banyak saudara-saudara di sekitar yang membutuhkan uluran tangan.
Semangat itulah yang terus mendorong lahirnya berbagai gerakan kemanusiaan melalui Yayasan Bani Insan Peduli (BIP). Dalam waktu yang relatif singkat, yayasan ini kembali menggelar kegiatan sosial berskala besar yang menghadirkan ribuan masyarakat.
Pada Selasa (10/3/2026), suasana kediaman ibunda Ali Zainal Abidin di Kabupaten Sumenep berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah memadati lokasi kegiatan yang digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diperkirakan sekitar 6.000 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari kaum dhuafa, penyandang disabilitas, pengemudi ojek online, pasukan kebersihan atau pasukan kuning, hingga masyarakat umum yang ingin merasakan kebersamaan dalam kegiatan penuh kepedulian tersebut.
Kehadiran ribuan warga itu menciptakan suasana haru sekaligus hangat. Banyak di antara mereka yang datang dengan penuh harapan, dan pulang dengan membawa kebahagiaan.
Menariknya, kegiatan besar di Sumenep ini berlangsung hanya dalam hitungan hari setelah BIP menggelar kegiatan sosial besar lainnya di Pamekasan.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 3.000 anak yatim diundang untuk mengikuti buka puasa bersama sekaligus merasakan pengalaman berharga melalui program belanja gratis kebutuhan Lebaran.
Ribuan anak yatim terlihat begitu bahagia ketika mereka diberi kesempatan memilih sendiri pakaian, sepatu, dan berbagai kebutuhan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Pemandangan itu menghadirkan keharuan tersendiri bagi banyak pihak yang menyaksikannya.
Kegiatan tersebut bahkan mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai salah satu kegiatan sosial besar yang melibatkan ribuan anak yatim.
Namun bagi Ali Zainal Abidin, penghargaan bukanlah tujuan utama dari setiap kegiatan yang dilakukan.
Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah bagaimana kehadiran sebuah gerakan sosial dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Bagi kami, kebahagiaan terbesar bukanlah penghargaan atau rekor yang dicatatkan. Kebahagiaan itu justru ketika melihat saudara-saudara kita bisa tersenyum dan merasakan perhatian dari sesamanya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar di kediaman ibundanya bukan tanpa alasan. Menurutnya, doa seorang ibu memiliki peran besar dalam setiap langkah yang dijalani, termasuk dalam berbagai kegiatan sosial yang dilakukan BIP.
“Kami memilih kediaman Ibunda sebagai lokasi kegiatan karena doa beliau adalah kekuatan yang selalu menyertai setiap langkah kami. Semoga dari tempat ini, lahir semakin banyak kebaikan yang bisa dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas dukungan masyarakat yang selama ini terus menguatkan perjalanan Yayasan Bani Insan Peduli.
“Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan menjelang hari kemenangan tidak hanya dirasakan oleh sebagian orang saja. Saudara-saudara kita yang membutuhkan juga harus merasakan hal yang sama,” katanya.
Meski baru berdiri pada tahun 2023, Yayasan Bani Insan Peduli kini mulai dikenal luas sebagai salah satu gerakan sosial yang aktif dan konsisten menghadirkan berbagai kegiatan kemanusiaan.
Program-program yang digagas yayasan ini tidak hanya berlangsung di Sumenep dan Pamekasan, tetapi juga telah menjangkau sejumlah daerah lain seperti Malang, Pasuruan, bahkan hingga beberapa wilayah di luar Jawa Timur.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Bagi BIP Foundation, ribuan wajah yang pulang dengan senyum dan rasa haru adalah pencapaian yang jauh lebih bermakna daripada angka-angka besar dalam sebuah kegiatan, sebuah jejak kemanusiaan yang akan terus dikenang oleh mereka yang merasakannya.








