SUMENEP – Suasana haru menyelimuti Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumenep, Jumat (13/03/2026). Para abang becak dan pemulung yang selama ini berjuang keras mencari nafkah, tampak sumringah ketika menerima bantuan sembako dan uang lauk pauk dari PMI Sumenep.
Di tengah kerasnya perjuangan hidup, bantuan tersebut menjadi secercah harapan bagi mereka untuk tetap bertahan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Senyum dan rasa syukur terpancar dari wajah para penerima bantuan yang merasa diperhatikan di tengah berbagai keterbatasan ekonomi.
Ketua PMI Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PMI untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban ekonomi para abang becak dan pemulung, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga mereka,” ujarnya di sela-sela penyerahan bantuan.
Ia menegaskan bahwa PMI tidak hanya berfokus pada penyediaan stok darah atau kegiatan kemanusiaan saat terjadi bencana saja. Lebih dari itu, PMI terus berupaya menghadirkan berbagai program sosial yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Menurutnya, kegiatan bantuan sosial ini merupakan salah satu bentuk aksi kemanusiaan PMI yang dilakukan secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan.
“PMI tidak hanya bergerak ketika terjadi bencana, tetapi juga terus berusaha membantu masyarakat yang membutuhkan dalam berbagai kondisi,” jelasnya.
Selain meringankan beban ekonomi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan kemanusiaan antara PMI dan masyarakat. Dengan adanya kepedulian dari berbagai pihak, diharapkan semangat solidaritas dan kebersamaan dapat terus tumbuh di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Edy Rasiyadi juga berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari kegiatan kemanusiaan PMI.
Salah satu penerima bantuan, Zaini, mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan PMI Sumenep. Bagi dirinya dan rekan-rekan sesama pekerja informal, bantuan tersebut sangat berarti dalam membantu memenuhi kebutuhan hidup.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Semoga PMI selalu diberi kemudahan dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan dan terus menghadirkan program sosial untuk membantu masyarakat,” ujarnya dengan penuh harap.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih terus hidup di tengah masyarakat. Bagi para abang becak dan pemulung, bantuan sederhana itu bukan sekadar sembako, tetapi juga simbol kepedulian dan harapan agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi kerasnya kehidupan.








