Demi Keselamatan Pasien, RSUD Sumenep Perketat Aturan: Ayo Patuhi Jam Kunjung dan Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebijakan dan implementasi berjalan beriringan di RSUD Sumenep, dengan pengawasan ketat terhadap pengunjung serta penegakan kawasan tanpa rokok di pintu masuk rumah sakit.

Kebijakan dan implementasi berjalan beriringan di RSUD Sumenep, dengan pengawasan ketat terhadap pengunjung serta penegakan kawasan tanpa rokok di pintu masuk rumah sakit.

Sumenep, Selasa, 24/32026 Suasana tegas dan penuh kewaspadaan terasa di lingkungan RSUD Sumenep. Di balik pagar pembatas, terpampang jelas aturan yang tak bisa ditawar, semua demi satu hal: keselamatan pasien.

Tak hanya pembatasan kunjungan, di pintu masuk utama juga terpampang peringatan keras bahwa area rumah sakit merupakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No. 111 Tahun 2021. Pesan ini menjadi pengingat bahwa setiap orang yang masuk wajib menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Direktur Utama RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M. Kes, menegaskan bahwa kebijakan pembatasan jam kunjung serta jumlah penunggu bukan tanpa alasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rumah sakit, yang menjadi tempat harapan hidup bagi banyak orang, harus tetap steril, tenang, dan aman dari risiko yang bisa memperparah kondisi pasien,” ujarnya.

 

Jam kunjung yang dibatasi hanya pada pukul 10.00–12.00 WIB dan 16.00–20.00 WIB menjadi bentuk kontrol ketat terhadap mobilitas pengunjung.

Tak hanya itu, jumlah penunggu maksimal dua orang dan pengunjung tiga orang diberlakukan untuk menghindari kerumunan yang berpotensi mengganggu proses penyembuhan.

Yang paling tegas, larangan merokok diberlakukan tanpa kompromi di seluruh area rumah sakit. Asap rokok, yang sering dianggap sepele, justru bisa menjadi ancaman serius bagi pasien yang sedang berjuang pulih.

“Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan lingkungan terbaik untuk sembuh. Ini bukan sekadar aturan, tapi bentuk perlindungan,” tegas dr. Erliyati.

Di balik ketegasan itu, tersimpan harapan besar, agar setiap pasien yang dirawat bisa kembali pulang dengan kondisi lebih baik, tanpa terganggu oleh kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah.

Berita Terkait

Bupati Fauzi: Kepercayaan Kemenkes Harus Dijawab dengan Kerja Nyata, dr. Erliyati Matangkan Layanan KJSU di RSUD Sumenep
Telah Hadir Layanan Neurorestorasi di Bali
Tak Memandang Jabatan, Dirut RSUD Sumenep dr. Erliyati Beri Penghormatan kepada Pegawai Purna Tugas, Bukti Budaya Saling Menghargai
Tekan Stunting Sejak Remaja, TPPS dan Puskesmas Gending Probolinggo Gelar Edukasi Kesehatan di Pesantren
Respons Cepat Keluhan Masyarakat, Puskesmas Kendit Situbondo Perkuat Pelayanan Ramah dan Humanis
Kasus Stroke Terus Meningkat, Dinkes Kota Kediri Perkuat Kompetensi Nakes Lewat OJT Penanganan Stroke
Kolaborasi Berkah, BAZNAS dan Dinkes Sumenep Siapkan Khitan Gratis 100 Anak di Momentum Muharram
Dinkes Probolinggo Sisir Rutan Kraksaan, Ratusan Warga Binaan Bersih dari TBC

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:54 WIB

Bupati Fauzi: Kepercayaan Kemenkes Harus Dijawab dengan Kerja Nyata, dr. Erliyati Matangkan Layanan KJSU di RSUD Sumenep

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:03 WIB

Telah Hadir Layanan Neurorestorasi di Bali

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:27 WIB

Tak Memandang Jabatan, Dirut RSUD Sumenep dr. Erliyati Beri Penghormatan kepada Pegawai Purna Tugas, Bukti Budaya Saling Menghargai

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:24 WIB

Tekan Stunting Sejak Remaja, TPPS dan Puskesmas Gending Probolinggo Gelar Edukasi Kesehatan di Pesantren

Jumat, 26 Juni 2026 - 01:20 WIB

Respons Cepat Keluhan Masyarakat, Puskesmas Kendit Situbondo Perkuat Pelayanan Ramah dan Humanis

Berita Terbaru