BANGKALAN – Menjelang gerbang kelulusan, ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura dibekali satu pesan penting: dunia kerja tidak hanya membutuhkan nilai tinggi, tetapi mental kuat dan kemampuan nyata.
Pesan itu disampaikan oleh Muhammad Romli dalam kegiatan pembekalan yudisium yang digelar pada Rabu (1/4).
Dalam forum tersebut, Romli hadir bukan sekadar memberi materi, tetapi juga menggugah pola pikir para calon wisudawan.

Ia menegaskan, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukanlah jaminan utama kesuksesan di dunia kerja. Menurutnya, realitas industri saat ini menuntut lebih dari sekadar angka di atas kertas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“IPK tinggi tidak menjamin seseorang siap kerja. Dunia kerja membutuhkan keterampilan nyata, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar,” tegasnya di hadapan peserta.
Suasana pembekalan pun terasa semakin serius ketika Romli menyoroti tantangan nyata yang akan dihadapi para lulusan, mulai dari ketatnya persaingan hingga tingginya angka pengangguran.
Namun di balik tantangan itu, ia membuka harapan besar melalui sektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki peluang luas di era digital saat ini.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menjadi pelaku perubahan dengan memanfaatkan teknologi dan kreativitas.
“Anak muda jangan hanya berpikir bagaimana diterima kerja, tetapi bagaimana bisa menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya mengubah pola pikir dari job seeker menjadi job creator, sebagai langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi.
Pesan tersebut menjadi refleksi mendalam bagi para mahasiswa yang sebentar lagi akan meninggalkan bangku kuliah dan menghadapi realitas dunia profesional.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum penting untuk menyiapkan mental, membuka wawasan, dan menumbuhkan keberanian dalam menghadapi masa depan.
Dengan bekal tersebut, diharapkan para lulusan Fakultas Teknik UTM tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.







