Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bank BTN Cabang Sumenep yang menjadi sorotan terkait keterlambatan penyerahan sertifikat nasabah.

Kantor Bank BTN Cabang Sumenep yang menjadi sorotan terkait keterlambatan penyerahan sertifikat nasabah.

SUMENEP, Sabtu (11/4/2026) – Dugaan penahanan hak nasabah mencuat dalam layanan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Bank BTN Kabupaten Sumenep. Seorang nasabah berinisial HR mengaku hingga kini belum menerima sertifikat rumahnya, meski pelunasan telah dilakukan sejak 11 Desember 2025.

Yang menjadi sorotan, sertifikat tersebut  atas nama pribadi nasabah. Namun ironisnya, dokumen penting itu tak kunjung diserahkan, bahkan setelah melewati batas waktu yang dijanjikan pihak bank.

HR mengungkapkan, saat pelunasan dilakukan, pihak bank menjanjikan proses penyerahan sertifikat rampung dalam waktu satu bulan. Namun hingga memasuki bulan keempat, janji tersebut tak kunjung terealisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah empat bulan, tidak ada kejelasan. Ini bukan lagi keterlambatan biasa, ini sudah kelewat batas,” tegasnya.

Akibat kondisi tersebut, HR mengaku mengalami kerugian nyata. Rumah yang telah dilunasi sepenuhnya tidak dapat dimanfaatkan sesuai rencana karena terkendala ketiadaan sertifikat sebagai bukti sah kepemilikan.

“Rumah itu mau saya jual untuk kebutuhan keluarga, tapi tertahan karena sertifikat tidak diberikan. Janji tinggal janji,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti mekanisme pelunasan yang dinilai tidak transparan. Meski telah membayar sebesar Rp132,8 juta untuk melunasi sisa kewajiban, HR mengaku tidak mendapatkan keringanan, bahkan masih dibebani denda.

“Tidak ada potongan sama sekali, malah masih kena denda. Padahal cicilan sudah lebih dari setengah jalan,” katanya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait kepastian layanan dan perlindungan hak nasabah. HR bahkan meluapkan kekecewaannya secara terbuka.

“7 turunan, semoga tidak berurusan dengan Bank BTN,” ucapnya.

Sorotan tajam juga datang dari aktivis Ahmadineja. Ia menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele dan berpotensi menjadi preseden buruk bagi kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan.

“Kalau ini dibiarkan, ini bisa jadi pola. Kami tidak akan diam. Jika tidak ada penyelesaian, aksi besar akan kami lakukan,” tegasnya.

Hingga berita ini terbit, pihak Bank BTN belum memberikan klarifikasi resmi maupun menghubungi nasabah, meski sebelumnya menjanjikan komunikasi maksimal satu bulan pasca pelunasan.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi kredibilitas layanan perbankan, terutama dalam menjamin kepastian hukum dan hak nasabah yang telah menuntaskan kewajibannya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura
Talk Show Inklusi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Perkuat Ekonomi Umat
Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
PANCA AMPERA vs Ketimpangan: Gus Lilur Desak Perubahan Besar Industri Rokok
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Haji HER Pamekasan Pahlawan Ekonomi Rakyat Madura
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:50 WIB

Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura

Selasa, 14 April 2026 - 20:28 WIB

Talk Show Inklusi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Perkuat Ekonomi Umat

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Senin, 13 April 2026 - 20:05 WIB

PANCA AMPERA vs Ketimpangan: Gus Lilur Desak Perubahan Besar Industri Rokok

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Berita Terbaru

Haji Khairul Umam (Haji Her) Pamekasan saat menghadiri undangan silaturahmi Presiden Prabowo Subianto bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta.

EKONOMI

Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:50 WIB