Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situbondo – Isu hilangnya sapi milik BUMDes Berjaya Desa Paowan yang sempat viral di media sosial akhirnya diluruskan. Pemerintah Desa bersama pengurus BUMDes memastikan bahwa sapi tersebut tidak hilang, melainkan telah dijual sesuai mekanisme yang berlaku.

Klarifikasi ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Rabu (15/04/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran kecamatan, pengurus BUMDes, BPD, serta tokoh masyarakat setempat.
Direktur BUMDes Berjaya, Ferdian Rizki Ardiansyah, menegaskan bahwa tidak ada sapi yang raib seperti yang ramai diberitakan.

“Tidak ada sapi yang hilang. Semua sudah dijual sesuai kesepakatan dan mekanisme yang telah ditetapkan bersama,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, total lima ekor sapi dijual secara bertahap, yakni dua ekor pada Kamis dan tiga ekor pada Sabtu. Penjualan tersebut merupakan hasil Musyawarah Desa setelah masa penggemukan selama enam bulan sejak Oktober 2025.

Menurut Ferdian, kondisi kandang yang kosong sejak Sabtu siang menjadi pemicu kesalahpahaman di masyarakat. Padahal, seluruh proses penjualan telah direncanakan dan disepakati bersama.
Kepala Desa Paowan, Surya Dharma, juga membantah keras istilah “sapi raib” yang dinilai tidak tepat dan berpotensi menimbulkan keresahan.

“Semua proses sudah sesuai regulasi dan SOP. Bahkan ada bukti pendukung seperti rekaman CCTV saat sapi diambil dan dijual,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil penjualan sapi akan kembali dimanfaatkan untuk pengembangan usaha BUMDes, termasuk pembelian ternak baru yang akan dikaji kembali melalui musyawarah desa.

Pemerintah Desa Paowan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ke depan, transparansi pengelolaan BUMDes akan terus ditingkatkan guna menjaga kepercayaan publik.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan situasi kembali kondusif dan masyarakat dapat bersama-sama membangun desa dengan semangat kebersamaan.

Penulis : Anton

Berita Terkait

Blitar Bergejolak! Warga Buka Paksa Portal Bendungan Lahor, PJT I Akhirnya Ubah Kebijakan
Yakuza Maneges Pusat Kediri Serahkan Bantuan untuk 53 Lansia dan 15 Relawan Panti Jompo Akar Kasih Pare 
Polemik Anggaran Toilet SD di Kota Probolinggo,Antara Sorotan Publik dan Batas Aturan BOS
Walau CCTV Ada, Percuma Lapor Polisi Kalau Tak Ada Kepastian! Polresta Sumenep Didesak Ungkap Bandit Curanmor Pasongsongan yang Meresahkan
Gagal Diselundupkan ke Afrika! Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya
Yakuza Maneges MPR Ungkap Dugaan Pencabulan Santri di Ruang Tertutup, Oknum Pengajar Ponpes di Malang Diamankan
Polsek Guluk-Guluk dan Resmob Polresta Sumenep Ringkus Pembacok Lansia
Motor Warga Pasongsongan Digondol Maling, Kapolresta Sumenep Ditantang Buktikan Tak Ada Ruang bagi Bandit Curanmor

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Blitar Bergejolak! Warga Buka Paksa Portal Bendungan Lahor, PJT I Akhirnya Ubah Kebijakan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Yakuza Maneges Pusat Kediri Serahkan Bantuan untuk 53 Lansia dan 15 Relawan Panti Jompo Akar Kasih Pare 

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:14 WIB

Polemik Anggaran Toilet SD di Kota Probolinggo,Antara Sorotan Publik dan Batas Aturan BOS

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:27 WIB

Walau CCTV Ada, Percuma Lapor Polisi Kalau Tak Ada Kepastian! Polresta Sumenep Didesak Ungkap Bandit Curanmor Pasongsongan yang Meresahkan

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:49 WIB

Gagal Diselundupkan ke Afrika! Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya

Berita Terbaru