Detik-Detik Genting! 160 Anak Kanigaran di Ambang Kehilangan Masa Depan, Aksi Darurat Pemkot Probolinggo Digeber

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Suasana di Kantor Kecamatan Kanigaran, Rabu (22/4/2026), berubah menjadi panggung kegelisahan sekaligus titik awal perlawanan terhadap krisis pendidikan yang tak bisa lagi disembunyikan.

Di balik agenda Gerakan Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu Pengentasan Anak Tidak Sekolah (Sahabat ATS), terkuak fakta yang mengguncang: ratusan anak di wilayah ini tercecer dari bangku sekolah.

Pemerintah Kota Probolinggo melalui Pj. Sekretaris Daerah, Dr. R. Suwigtyo, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar persoalan angka, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap anak yang tidak bersekolah adalah potensi yang hilang. Ini alarm keras bagi kita semua,” tegasnya di hadapan para pejabat, camat, lurah, hingga RT dan RW.
Data di Kecamatan Kanigaran menjadi sorotan tajam.

Tercatat 160 anak tidak sekolah, dengan rincian mencengangkan: 101 anak putus sekolah, 34 anak lulus namun tidak melanjutkan, dan 25 anak yang bahkan belum pernah merasakan bangku pendidikan. Angka ini bukan hanya statistik—melainkan potret nyata krisis yang mengancam masa depan daerah.

Situasi ini memaksa Pemkot Probolinggo bergerak cepat. Melalui gerakan “Sahabat ATS”, pemerintah meluncurkan strategi besar berbasis pendekatan holistik dan kolaboratif. Tak hanya menyentuh pendidikan, tetapi juga menyasar akar persoalan seperti kemiskinan, pernikahan dini, hingga persoalan sosial lainnya.

Pendekatan “by name by address” menjadi kunci utama. Setiap anak didata secara detail, setiap persoalan diurai satu per satu, agar solusi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Lebih dari sekadar program, gerakan ini menjadi panggilan aksi lintas sektor. Camat, lurah, RT, RW hingga sekolah didorong menjadi ujung tombak dalam menemukan, mendampingi, dan memastikan anak-anak tersebut kembali ke dunia pendidikan.

Sekolah pun diminta tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi menjadi “rumah kedua” yang mampu menerima dan membimbing anak-anak ATS agar tidak kembali terputus di tengah jalan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan target peningkatan angka partisipasi sekolah dan lama sekolah, Pemkot Probolinggo berupaya memperkuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada 2025 telah mencapai 78,50, melampaui rata-rata Jawa Timur.

Namun waktu tak banyak. Pemerintah menargetkan seluruh data ATS harus tuntas diverifikasi paling lambat akhir Mei 2026, agar anak-anak tersebut bisa kembali belajar pada tahun ajaran baru Juli 2026.

“Kita tidak boleh menunggu. Kita harus menjemput mereka. Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal,” tegas Pj. Sekda.
Gerakan Sahabat ATS di Kanigaran bukan sekadar program rutin. Ini adalah gerakan penyelamatan besar-besaran. Sebab di balik angka 160 itu, ada mimpi yang hampir padam, dan kini sedang diperjuangkan untuk kembali menyala.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

DPRD Sumenep dan Mojokerto Bertukar Gagasan, Transparansi Anggaran Jadi Perhatian
Penguatan Komunikasi Publik, Diskominfo Kota Kediri Silaturahmi Bersama Insan Media
Menantang Medan Ekstrem Bromo: Dishub Probolinggo ‘Jemput Bola’ Pastikan Jeep Wisata Aman dan Laik Jalan
Jeritan dan Air Mata Darah 200 Pasien Gagal Ginjal untuk Gubernur Jatim
Usai Pukau Malioboro, Musik Tongtong Angin Ribut Pasongsongan Sumenep Siap Guncang Mandalika, Bawa Budaya Madura agar Semakin Dikenal Dunia
Pemkab Probolinggo Matangkan RDTR Krucil, Maron, dan Kotaanyar, Pacu Investasi Tanpa Rusak Lingkungan
Ujung Tombak Kesehatan Mandiri, Dinkes Probolinggo Gembleng Kader Siaga Aktif
Ironi ‘Ikat Pinggang’ di Probolinggo: Setengah Miliar Anggaran Publikasi DPRD Disorot, Sekwan Sebut ‘Kue Dibagi Rata’

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:48 WIB

DPRD Sumenep dan Mojokerto Bertukar Gagasan, Transparansi Anggaran Jadi Perhatian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Penguatan Komunikasi Publik, Diskominfo Kota Kediri Silaturahmi Bersama Insan Media

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Menantang Medan Ekstrem Bromo: Dishub Probolinggo ‘Jemput Bola’ Pastikan Jeep Wisata Aman dan Laik Jalan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Jeritan dan Air Mata Darah 200 Pasien Gagal Ginjal untuk Gubernur Jatim

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Usai Pukau Malioboro, Musik Tongtong Angin Ribut Pasongsongan Sumenep Siap Guncang Mandalika, Bawa Budaya Madura agar Semakin Dikenal Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi

DETIK ZONE

Petaka Jam Pelajaran: Siswa SMAN 1 Ambunten Tewas Tenggelam

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:06 WIB