Kepala Bappeda Sumenep Tegaskan 6 Peta Jalan Pembangunan 2026 Fokus SDM, Ekonomi, Infrastruktur, Layanan Publik hingga Tata Kelola Pemerintahan

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng

Foto : Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng

SUMENEP – Di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak cepat, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menetapkan enam prioritas besar pembangunan daerah tahun 2026.

Enam arah kebijakan ini disebut sebagai “peta jalan” menuju Sumenep yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan.

Hal itu dikatakan Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., yang menegaskan bahwa seluruh kebijakan pembangunan tahun 2026 dirancang bukan sekadar untuk mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan pemerataan dan keberlanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Enam aspek prioritas ini merupakan komitmen bersama untuk membangun Sumenep secara terencana, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.

Tema besar pembangunan tahun 2026 sendiri mengusung semangat “Memantapkan Stabilisasi Kemandirian dan Daya Saing SDM, Ekonomi Daerah, serta Menguatkan Kesejahteraan Masyarakat yang Adil dan Merata.” Sebuah visi yang menjadi fondasi dalam setiap langkah pembangunan daerah.

Enam Prioritas Pembangunan Sumenep 2026

Pertama, pemerintah menitikberatkan pada stabilisasi kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor unggulan daerah. Pertanian, perikanan, ketahanan pangan, pariwisata, dan perdagangan menjadi tulang punggung utama, diperkuat dengan pola padat karya untuk membuka lapangan kerja baru di tengah masyarakat.

Kedua, penguatan ekonomi kerakyatan dan penciptaan tenaga kerja produktif. Pemerintah menyiapkan pelatihan berbasis kompetensi serta penguatan kewirausahaan, khususnya bagi generasi muda agar mampu bertahan dan bersaing di tengah perubahan ekonomi global.

Ketiga, fokus diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan sejahtera. Peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama, termasuk pemerataan akses hingga wilayah kepulauan yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.

Di sektor pendidikan, peningkatan sarana, kualitas tenaga pendidik, dan budaya literasi terus digenjot. Sementara di sektor kesehatan, Pemkab berkomitmen memperluas layanan hingga ke pelosok dengan dukungan tenaga medis dan dokter spesialis.

Keempat, pemerataan pembangunan infrastruktur daratan dan kepulauan. Infrastruktur tidak hanya dipandang sebagai fisik pembangunan, tetapi sebagai penghubung ekonomi, layanan dasar, hingga mitigasi bencana di wilayah rawan.

Kelima, penguatan stabilitas keamanan dan ketentraman sosial politik. Pemerintah memperkuat sinergi Forkopimda, OPD, serta lembaga masyarakat, termasuk optimalisasi layanan darurat Si-Lapor 112 sebagai sistem respon cepat terhadap berbagai kondisi darurat.

Dan keenam, peningkatan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. Reformasi birokrasi, penguatan SDM aparatur, serta sistem pengendalian internal menjadi kunci untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan efektif.

Arif Firmanto menegaskan, keenam prioritas ini bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi merupakan kompas besar yang akan mengarahkan seluruh kebijakan pembangunan daerah.

“Semua ini adalah upaya bersama untuk memastikan Sumenep tidak hanya tumbuh, tetapi juga tumbuh dengan adil, merata, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Penipuan Berkedok Arisan, Kantor Hukum Yakuza Maneges Resmi Dampingi Korban Lapor ke Polres Kediri
Jumat ASRI Jadi Gerakan Bersama, Bupati Achmad Fauzi Ajak Warga Rawat Wajah Sumenep
Bangun Kesadaran Jaga Sungai, Mbak Wali Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Sungai Kedak
Sengketa Lahan Banjarmlati Memanas, GRIB Jaya Tantang Pemkot Kediri Buka-Bukaan Data
Menuju Kota Berdaya Saing, Kediri Resmikan Payung Hukum Pelestarian Budaya dan Smart City
Jurus Pamungkas Dinkes Probolinggo, Perkuat Posyandu sebagai Benteng Utama Kesehatan Masyarakat
Tradisi Kirab Pusaka Sumenep Hidupkan Kembali Nilai-Nilai Leluhur Keraton
Perkuat Kecakapan Finansial Perempuan, Pemkot Kediri dan OJK Gelar Edukasi SICANTIK

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:28 WIB

Dugaan Penipuan Berkedok Arisan, Kantor Hukum Yakuza Maneges Resmi Dampingi Korban Lapor ke Polres Kediri

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:29 WIB

Jumat ASRI Jadi Gerakan Bersama, Bupati Achmad Fauzi Ajak Warga Rawat Wajah Sumenep

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:59 WIB

Bangun Kesadaran Jaga Sungai, Mbak Wali Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Sungai Kedak

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:52 WIB

Sengketa Lahan Banjarmlati Memanas, GRIB Jaya Tantang Pemkot Kediri Buka-Bukaan Data

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Menuju Kota Berdaya Saing, Kediri Resmikan Payung Hukum Pelestarian Budaya dan Smart City

Berita Terbaru

DETIK ZONE

Perjalanan Konflik KH Miftahul Akhyar

Sabtu, 27 Jun 2026 - 16:38 WIB