Di Tengah Gempuran Mafia Cukai oleh KPK, Rokok Bodong Malang Masih Aman Sentosa, Aktivis Desak Periksa KRS yang Diduga Jadi Otak Rokok Bodong Jaringan Gelap

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, Detikzone.id – Di tengah gencarnya perburuan mafia pita cukai di Jawa Timur, publik dikejutkan dengan mencuatnya sosok pengusaha muda asal Pakisaji, Kabupaten Malang, berinisial KRS. Ia diduga menjadi aktor di balik peredaran rokok ilegal berbagai merek seperti Berlin, Volcom, dan  R&D Bold.

Meski usianya terbilang muda, KRS disebut-sebut bukan pemain sembarangan. Ia diduga lihai membaca celah dan memainkan peran sebagai “pemain besar” dalam bisnis rokok yang tak sepenuhnya tersentuh aturan. Di lapangan, namanya bahkan dikaitkan dengan jaringan produksi rokok ilegal yang terus beroperasi tanpa hambatan berarti.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebuah pabrik rokok di wilayah Pakisaji masih aktif berproduksi meski diterpa isu pelanggaran cukai. Pabrik tersebut diduga merupakan usaha warisan keluarga lama yang kini berada di bawah kendali KRS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga setempat berinisial S mengungkapkan kegelisahan yang sudah lama dirasakan masyarakat.

“Kalau soal uang, dia kuat. Tapi yang jadi pertanyaan, kenapa seperti tidak ada tindakan? Seolah kebal hukum,” ujarnya.

Ia juga menyinggung dugaan adanya pembiaran oleh pihak terkait. Menurutnya, sejumlah aktivis sudah berulang kali menyuarakan persoalan ini, namun tidak pernah mendapat respons yang jelas.

“Aparat dan Bea Cukai seperti tutup mata,” tambahnya.

Situasi ini memicu kritik tajam terhadap otoritas pengawas, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dinilai lamban bahkan terkesan diam menghadapi dugaan pelanggaran tersebut.

“Kalau ini benar dan dibiarkan, Malang bisa jadi surga rokok bodong,” lanjut S.

Di sisi lain, dampak dari maraknya rokok ilegal mulai dirasakan industri resmi. Sejumlah pabrik rokok legal di Malang dikabarkan melakukan efisiensi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penurunan penjualan.

Persaingan yang tidak sehat menjadi tekanan utama. Rokok ilegal yang beredar dengan harga jauh lebih murah membuat produk legal sulit bersaing di pasar.

“Yang resmi justru kalah. Harga tidak bisa bersaing, akhirnya banyak yang tumbang,” ungkap warga lainnya.

Kondisi ini dinilai bukan hanya mengancam keberlangsungan industri legal, tetapi juga berpotensi menggerus penerimaan negara dari sektor cukai.

Aktivis peduli cukai Jawa Timur, Ahmadi, menegaskan aparat penegak hukum harus berani mengambil langkah tegas.

“Penegakan hukum tidak boleh kalah oleh kekuatan modal. Jika dibiarkan, kepercayaan publik bisa runtuh,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar lembaga antirasuah turut turun tangan jika ditemukan indikasi pelanggaran serius.

“Di tengah komitmen penegakan hukum nasional, semua pihak harus menunjukkan keberanian. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah,” ujarnya.

Ahmadi berharap ada transparansi dan tindakan nyata agar polemik ini tidak terus berlarut.

Sementara itu, KRS yang disebut-sebut sebagai sosok kunci dalam pusaran dugaan bisnis rokok ilegal ini belum dapat dikonfirmasi. Pihak Bea Cukai Malang juga belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini diturunkan.

Kasus ini seharusnya menjadi titik balik, bukan sekadar riak yang lalu hilang tanpa jejak. Yang dinanti bukan hanya klarifikasi, tetapi keberanian nyata dari para penegak hukum untuk membuktikan bahwa aturan tidak bisa dinegosiasikan. Jika hukum benar-benar berdiri di atas semua kepentingan, maka kebenaran akan menemukan jalannya. Namun jika sebaliknya, maka yang tersisa hanyalah bayang-bayang ketidakadilan yang perlahan mengikis kepercayaan.

Penulis : SLh

Berita Terkait

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket di Tengah Maraknya Demonstrasi
Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan
Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif
BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029
Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama
Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga
Spektakuler! Parade Siswa dan Drama Teatrikal Buka Maulid Nabi di SMAN 1 Sangkapura Gresik
BPI KPNPA RI Soroti Persoalan Hukum dan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:16 WIB

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket di Tengah Maraknya Demonstrasi

Kamis, 10 September 2026 - 16:23 WIB

Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan

Kamis, 10 September 2026 - 13:39 WIB

Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif

Kamis, 10 September 2026 - 11:47 WIB

BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029

Rabu, 9 September 2026 - 16:05 WIB

Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB