Kandang Peternakan Ayam Rp300 Juta di Sampang Jadi Kandang Hantu! Program Ketapang 2025 Diduga Gagal Total

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Terlihat kandang ayam program Ketapang 2025 di Desa Baruh, Sampang, masih kosong tanpa ternak dan belum sepenuhnya rampung hingga awal Mei 2026.

Keterangan Foto: Terlihat kandang ayam program Ketapang 2025 di Desa Baruh, Sampang, masih kosong tanpa ternak dan belum sepenuhnya rampung hingga awal Mei 2026.

SAMPANG, Detikzone.id – Ambisi besar program Ketahanan Pangan (Ketapang) di Desa Baruh, Kecamatan Sampang, kini berubah jadi ironi. Kandang ayam yang dibangun dari anggaran tahun 2025 justru tampak mangkrak, kosong, dan jauh dari kata produktif, bak “kandang hantu” tanpa penghuni.

Hingga awal Mei 2026, tak ada tanda-tanda aktivitas peternakan di lokasi tersebut. Padahal, proyek yang dibiayai Dana Desa (DD) dan dikelola oleh BUMDes itu disebut-sebut menelan anggaran hampir Rp300 juta.

Pantauan Detikzone.id pada Senin (4/5/2026) menunjukkan kondisi kandang yang belum sepenuhnya rampung. Lebih mencengangkan lagi, tidak satu pun ayam terlihat di dalamnya. Program yang seharusnya menopang ekonomi warga kini justru memicu tanda tanya besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik pun mulai bertanya: apakah ini bentuk kelalaian, atau ada sesuatu yang sengaja disembunyikan?

Sekretaris Desa (Sekdes) Baruh, Mahrus, membenarkan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari program BUMDes. Namun, saat dimintai penjelasan lebih jauh, ia enggan memberikan keterangan detail.

“Iya,” ujarnya singkat, seolah menutup ruang pertanyaan.

Sementara itu, Ketua BUMDes Baruh, Faruk, mengakui bahwa dana pembangunan sudah diterima pihaknya. Ia bahkan menyebut nilainya mendekati Rp300 juta. Namun, alih-alih memberi penjelasan transparan, Faruk justru mengarahkan konfirmasi ke pihak lain.

“Kalau kandang sudah selesai. Untuk ayam dan pakan masih dalam proses pemesanan,” katanya.

Faruk juga menyebut nama Ansori sebagai mentor desa yang dinilai lebih mengetahui persoalan ini. Namun hingga kini, Ansori belum memberikan respons meski telah dihubungi.

Minimnya keterbukaan informasi dari pihak-pihak terkait justru memperkuat dugaan publik akan adanya kejanggalan dalam proyek ini. Bagaimana mungkin anggaran ratusan juta telah terserap, namun hasilnya nihil?

Kasus ini menjadi ujian serius bagi transparansi pengelolaan Dana Desa. Jika benar program ini gagal atau tidak berjalan sesuai rencana, maka publik berhak menuntut pertanggungjawaban.

Detikzone.id akan terus mengusut dan mengawal perkembangan kasus ini. Sebab, setiap rupiah uang negara harus dipertanggungjawabkan—bukan dibiarkan lenyap tanpa jejak.

Penulis : A. Junaidi

Berita Terkait

Stadion Bayuangga Bersiap, Event Semipro 10 Hari Kota Probolinggo Andalkan Kekuatan Sponsor
Jembatan Matikan Paiton Direhabilitasi, Dishub Probolinggo Siapkan Skenario Kelancaran Lalin
Oknum Security Rusunawa Kediri Dandangan Terciduk Nyabu, Spill Chat di HP Bikin Dua Pengedar Lain Ikut Seret!
Kelola Lahan 12 Ribu Hektare, Probolinggo Pamerkan Jurus Pengelolaan DBHCHT kepada Pemkab Tulungagung
Bupati Tegaskan Komitmen, Gerakan ASRI Jadi Gerakan Massal di Sumenep
Bakesbangpol Sumenep Gerakkan Indeks Harmoni Indonesia 2026, Perkuat Kerukunan dan Persatuan Bangsa
BRI Sumenep Tegaskan Integritas dan Zero Tolerance Fraud di Tengah Upaya Jaga Kepercayaan Publik
Ribuan BSPS di Sampang Mengalir Lewat “Jalur Usulan” DPR RI dan Kementerian, Pengusul Lintas Dapil Ikut Bermunculan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:55 WIB

Stadion Bayuangga Bersiap, Event Semipro 10 Hari Kota Probolinggo Andalkan Kekuatan Sponsor

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:58 WIB

Jembatan Matikan Paiton Direhabilitasi, Dishub Probolinggo Siapkan Skenario Kelancaran Lalin

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:10 WIB

Oknum Security Rusunawa Kediri Dandangan Terciduk Nyabu, Spill Chat di HP Bikin Dua Pengedar Lain Ikut Seret!

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:20 WIB

Kelola Lahan 12 Ribu Hektare, Probolinggo Pamerkan Jurus Pengelolaan DBHCHT kepada Pemkab Tulungagung

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:11 WIB

Bupati Tegaskan Komitmen, Gerakan ASRI Jadi Gerakan Massal di Sumenep

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Polsek Bluto Sumenep Berhasil Amankan Pelaku Curanmor

Minggu, 21 Jun 2026 - 12:30 WIB