Pasar yang Adil: Etika dan Batas Intervensi Harga dalam Perspektif Islam

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam Islam, pasar bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga ruang sosial yang harus dijalankan dengan prinsip keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan bersama. Aktivitas ekonomi dipandang sebagai bagian dari ibadah apabila dilakukan sesuai syariat, sehingga mekanisme pasar harus bebas dari penipuan, monopoli, riba, serta tindakan zalim yang merugikan masyarakat. Konsep pasar yang adil dalam Islam menekankan keseimbangan antara kebebasan ekonomi dan tanggung jawab moral.

Prinsip utama pasar dalam Islam:

● Menjunjung keadilan dan kejujuran

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

● Bebas dari riba, penipuan, dan monopoli

● Mengutamakan kemaslahatan masyarakat

Pada dasarnya, Islam memberikan kebebasan kepada pasar untuk menentukan harga melalui mekanisme permintaan dan penawaran yang alami. Harga dianggap wajar ketika terbentuk tanpa manipulasi. Rasulullah SAW juga tidak langsung menetapkan harga ketika terjadi kenaikan alami, yang menunjukkan bahwa pasar bebas diperbolehkan selama berjalan secara adil.

Namun, kebebasan pasar bukan berarti tanpa batas. Pemerintah atau negara dapat melakukan intervensi jika terjadi:

● Penimbunan barang (ihtikar)

● Kartel atau monopoli

● Penipuan timbangan

Eksploitasi harga yang merugikan masyarakat

Etika perdagangan dalam Islam menuntut pedagang untuk bersikap jujur, transparan, dan tidak merugikan pihak lain. Intervensi pemerintah bertujuan menjaga keadilan sosial, bukan mengontrol pasar secara berlebihan.

Kesimpulan:

Islam mendukung pasar bebas yang tetap berlandaskan moral dan syariah. Intervensi harga diperbolehkan hanya ketika diperlukan untuk mencegah kezaliman dan menjaga kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah
Pelatihan Startup Bisnis di STMIK Tazkia Bogor: Mahasiswa Belajar Bangun Bisnis Digital Langsung dari Nol
Pertajam Strategi Bisnis Digital, LegionTech Ikuti Pendampingan Marketing 4P di STMIK Tazkia Bogor

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:02 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:38 WIB

Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik

Berita Terbaru