SANGKAPURA — Masjid Besar Sa’adatuddarain menggelar Salat Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026). Pelaksanaan salat berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Sangkapura sejak pagi hari.
Dalam khutbahnya, KHR. Ali Masyhar mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT melalui ibadah personal sekaligus ibadah sosial.
Menurutnya, Iduladha bukan sekadar perayaan tahunan atau momentum penyembelihan hewan qurban semata, melainkan sarana refleksi diri tentang pengorbanan, keikhlasan, serta ketundukan kepada Allah SWT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iduladha juga menjadi momentum membangkitkan kepekaan sosial umat Islam terhadap kaum dhuafa dan masyarakat miskin,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menegaskan, di tengah kehidupan modern yang semakin individualis, Islam menghadirkan ibadah qurban agar manusia tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri. Qurban mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang harus peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
“Kita harus melihat kanan kiri kita. Masih banyak saudara kita yang sepanjang tahun tidak menikmati makanan yang layak, anak-anak yatim, keluarga kurang mampu, dan masyarakat kecil yang sering hanya menjadi penonton kemewahan hidup orang lain,” katanya.
KHR. Ali Masyhar juga menyinggung fenomena media sosial yang kerap mempertontonkan gaya hidup mewah.
Menurutnya, syariat qurban hadir untuk menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang jarang menikmati daging dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 28 yang memerintahkan agar sebagian daging qurban dimakan dan sebagian lainnya diberikan kepada fakir miskin.
“Ayat ini menunjukkan bahwa qurban bukan hanya ritual personal, tetapi memiliki dimensi sosial yang sangat kuat.
Qurban tidak boleh berhenti di meja orang kaya, tetapi harus sampai kepada mereka yang membutuhkan,” tuturnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Allah SWT tidak membutuhkan darah maupun daging qurban, melainkan ketakwaan dan kepedulian manusia.
“Berqurban bukan berarti hewannya untuk Allah, tetapi Allah menguji kita apakah kita mau berbagi kepada sesama dan mengorbankan sebagian harta yang kita miliki untuk membantu kaum dhuafa,” ungkapnya.
Dalam khutbahnya, KHR. Ali Masyhar juga mengingatkan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai teladan ketulusan, kepatuhan, dan pengorbanan kepada Allah SWT.
Menurutnya, semangat pengorbanan tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sosial dengan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.
Ia juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW tentang pentingnya kepedulian terhadap tetangga dan lingkungan sekitar.
“Mari kita ubah cara pandang terhadap ibadah kurban. Jadikan syariat Allah ini sebagai sarana membantu dan membahagiakan kaum miskin. Iduladha harus menjadi momentum membangun solidaritas sosial,” katanya.
Di akhir khutbah, ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya mampu menyembelih hewan qurban, tetapi juga mampu menyembelih sifat serakah dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.
“Semoga Allah menjadikan kita hamba yang peduli terhadap sesama dan ringan tangan membantu kaum muslimin yang membutuhkan,” pungkasnya.
Usai pelaksanaan Salat Iduladha dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Syech Maulana Umar Mas’ud yang berada di kompleks Masjid Besar Sa’adatuddarain.
Penulis : Abd Hamid








