PAMEKASAN, Rabu, 27/5/2026 — Di tengah gema takbir Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang berkumandang penuh khidmat, terselip kisah haru tentang cinta seorang anak kepada orang tua yang telah tiada. Momentum suci itu dimanfaatkan Founder Bani Insan Peduli (BIP) Foundation, Ali Zainal Abidin, untuk mempersembahkan kurban istimewa berupa satu ekor sapi jumbo berbobot mencapai 1,05 ton.
Sapi berukuran raksasa tersebut bukan sekadar hewan kurban biasa. Di baliknya tersimpan doa, penghormatan, dan ketulusan mendalam yang dipersembahkan khusus untuk almarhumah Ainun Binti Abdullah Bani, almarhum Umar Bin Said Sabibi, serta almarhum Abdul Rahim Bin Abdul Wachdin.
Bagi Ali Zainal Abidin, kurban tahun ini bukan hanya ritual tahunan, melainkan bentuk bakti yang tak pernah selesai kepada keluarga tercinta yang telah mendahului.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk kurban yang khusus ini saya pribadi persembahkan untuk almarhumah Ainun Binti Abdullah Bani, almarhum Umar Bin Said Sabibi, dan juga almarhum Abdul Rahim Bin Abdul Wachdin. Mudah-mudahan dengan kurban khusus ini diterima Allah SWT,” ungkapnya penuh haru.
Suasana Iduladha kali ini terasa berbeda. Sapi jumbo dengan berat lebih dari satu ton itu seolah menjadi simbol besarnya cinta seorang anak kepada orang tuanya. Tidak hanya diniatkan sebagai ibadah, kurban tersebut juga diharapkan menjadi amal jariyah dan pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.
Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan agar keberkahan Iduladha dapat dirasakan lebih luas oleh warga. Semangat berbagi yang dibangun Founder BIP Foundation itu pun kembali mengundang perhatian publik.
Nama Ali Zainal Abidin sendiri selama ini dikenal aktif membangun berbagai gerakan kemanusiaan yang menyentuh hati masyarakat. Melalui BIP Foundation, ia konsisten menghadirkan santunan yatim dhuafa, bantuan sosial, pembangunan rumah tahfidz, hingga advokasi hukum gratis melalui LBH Bani Insan Peduli.
Gerakan tersebut semakin dikenal setelah ribuan anak penyandang disabilitas memadati kegiatan sosial BIP di Pamekasan dalam suasana penuh haru dan kebersamaan. Banyak orang tua menangis karena merasa anak-anak mereka akhirnya mendapatkan ruang perhatian dan kasih sayang yang selama ini jarang dirasakan.
Tak hanya itu, kegiatan buka puasa dan belanja kebutuhan Lebaran bersama sekitar 3.000 anak yatim di Pamekasan bahkan berhasil mencatatkan perhatian nasional hingga memperoleh pengakuan dari MURI.
Di berbagai daerah lain seperti Sumenep, Malang, Lamongan hingga Cirebon, jejak sosial BIP Foundation terus meluas. Mulai dari bantuan miliaran rupiah untuk yayasan dan pembangunan masjid, pelukan hangat bagi para lansia, hingga pembangunan Istana Tahfidz Alquran bagi yatim dan dhuafa.
Kini, melalui kurban sapi jumbo di Hari Raya Iduladha, Ali Zainal Abidin kembali menunjukkan bahwa kemanusiaan bukan sekadar tentang memberi bantuan sesaat, tetapi tentang menjaga cinta, menebar harapan, dan menghadirkan doa yang tak pernah putus bahkan bagi mereka yang telah tiada.
Penulis : Red








