Founder BIP Tak Hanya Kurban Untuk Almarhumah Bunda Ainun Tapi Juga Salurkan Kurban di 13 Kecamatan di Madura, Cirebon, Malang, Lamongan Hingga Panti Asuhan

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sapi-sapi jumbo yang disalurkan BIP Foundation menjadi simbol ketulusan berbagi di Hari Raya Iduladha 1447 H

Sapi-sapi jumbo yang disalurkan BIP Foundation menjadi simbol ketulusan berbagi di Hari Raya Iduladha 1447 H

PAMEKASAN, Rabu, 27/5/2026 — Di tengah lantunan takbir yang menggema menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, masyarakat kembali dibuat haru oleh aksi kemanusiaan Founder Bani Insan Peduli (BIP) Foundation, Ali Zainal Abidin. Sosok yang dikenal aktif dalam berbagai gerakan sosial itu kembali menebar kebahagiaan melalui program kurban besar-besaran yang menjangkau berbagai daerah.

Tak hanya mempersembahkan satu ekor sapi jumbo berbobot mencapai 1,05 ton untuk almarhumah Bunda Ainun dan keluarga tercinta yang telah wafat, Ali Zainal Abidin juga menyalurkan hewan kurban ke 13 kecamatan di Madura, wilayah Cirebon, Malang, Lamongan, hingga sejumlah panti asuhan dan pondok yatim dhuafa.

Menariknya, rata-rata sapi yang disalurkan BIP Foundation merupakan sapi-sapi jumbo dengan ukuran besar dan bobot fantastis. Kehadiran sapi kurban tersebut sontak menjadi perhatian warga di berbagai daerah karena dinilai mencerminkan kesungguhan dan totalitas dalam berbagi kebahagiaan Iduladha kepada masyarakat kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sapi raksasa yang dikurbankan secara khusus itu dipersembahkan untuk almarhumah Ainun Binti Abdullah Bani, almarhum Umar Bin Said Sabibi, serta almarhum Abdul Rahim Bin Abdul Wachdin.

“Untuk kurban yang khusus ini saya pribadi persembahkan untuk almarhumah Ainun Binti Abdullah Bani, almarhum Umar Bin Said Sabibi, dan juga almarhum Abdul Rahim Bin Abdul Wachdin. Mudah-mudahan dengan kurban khusus ini diterima Allah SWT,” ungkap Ali Zainal Abidin dengan suara penuh haru.

Bagi Founder BIP, kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk cinta dan bakti yang tak pernah selesai kepada keluarga yang telah mendahului. Di balik sapi jumbo tersebut tersimpan doa panjang, penghormatan mendalam, dan harapan agar amal ibadah itu menjadi cahaya penerang bagi mereka di alam keabadian.

Suasana Iduladha kali ini pun terasa berbeda. Warga yang menerima bantuan kurban tampak antusias dan terharu. Banyak masyarakat mengaku baru pertama kali melihat distribusi sapi kurban berukuran jumbo dibagikan langsung kepada warga dan lembaga sosial di berbagai pelosok.

Melalui BIP Foundation, daging kurban nantinya akan disalurkan kepada masyarakat dhuafa, anak yatim, para lansia, hingga warga yang selama ini jarang menikmati daging kurban saat Hari Raya Iduladha.

Nama Ali Zainal Abidin sendiri selama ini dikenal aktif membangun berbagai gerakan kemanusiaan yang menyentuh hati masyarakat. Melalui BIP Foundation, ia konsisten menghadirkan santunan yatim dhuafa, bantuan sosial, pembangunan rumah tahfidz, hingga advokasi hukum gratis melalui LBH Bani Insan Peduli.

Gerakan sosial tersebut semakin dikenal luas setelah ribuan anak penyandang disabilitas memadati kegiatan sosial BIP di Pamekasan dalam suasana penuh haru dan kebersamaan. Tangis para orang tua pecah karena merasa anak-anak mereka akhirnya mendapatkan ruang perhatian dan kasih sayang yang selama ini jarang dirasakan.

Tak hanya itu, kegiatan buka puasa dan belanja kebutuhan Lebaran bersama sekitar 3.000 anak yatim di Pamekasan bahkan berhasil menyita perhatian nasional hingga memperoleh pengakuan dari MURI.

Di berbagai daerah seperti Sumenep, Malang, Lamongan hingga Cirebon, jejak sosial BIP Foundation terus meluas. Mulai dari bantuan miliaran rupiah untuk yayasan dan pembangunan masjid, pelukan hangat bagi para lansia, hingga pembangunan Istana Tahfidz Alquran bagi yatim dan dhuafa.

Kini, melalui kurban sapi-sapi jumbo di Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Ali Zainal Abidin kembali menunjukkan bahwa kemanusiaan bukan sekadar tentang memberi bantuan sesaat, tetapi tentang menjaga cinta tetap hidup, menebar harapan bagi sesama, dan menghadirkan doa yang tidak pernah putus bahkan bagi mereka yang telah tiada.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa
Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya
Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa
BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan
BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang
Miskomunikasi Bantuan Rp2 Miliar BIP di Griya Lansia Malang dan Penyematan Nama Ibunda, Bang Ali: Salahkah Saya Menyematkan Nama Orang Tua Saya?
Hari ke-42 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Kembali Menjangkau Dhuafa Sumenep, Komitmen Jurnalisme Kemanusiaan Terus Diteguhkan
Belajar dari Para Nabi di Bulan Muharram, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin Ajak Terus Fastabiqul Khairat dengan Sabar dan Memaafkan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:21 WIB

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 23:30 WIB

Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya

Senin, 13 Juli 2026 - 17:55 WIB

Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 12:46 WIB

BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan

Senin, 13 Juli 2026 - 00:57 WIB

BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang

Berita Terbaru