SUMENEP, 30 Mei 2026 – SDN Panaongan III kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya sekolah yang progresif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Hal tersebut tampak dalam pelaksanaan Observasi Kinerja Kepala Sekolah yang dilakukan oleh Pejabat Penilai Kinerja Kepala Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Masrur Abadi, pada Sabtu (30/5/2026) di SDN Panaongan III, Kecamatan Pasongsongan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kepemimpinan pembelajaran di lingkungan sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Masrur Abadi menjelaskan bahwa dirinya mendapat amanah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep untuk melaksanakan observasi kinerja kepala sekolah di wilayah Kecamatan Pasongsongan, termasuk SDN Panaongan III.
“Observasi ini merupakan bagian dari proses penilaian kinerja kepala sekolah yang bertujuan untuk melihat praktik kepemimpinan yang telah dilakukan, dampaknya terhadap sekolah, serta berbagai upaya pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” jelasnya.
Ia juga memaparkan tahapan yang harus dilalui dalam proses observasi, mulai dari pemaparan praktik kepemimpinan, diskusi reflektif, pengumpulan bukti dukung, hingga sesi umpan balik yang melibatkan guru dan warga sekolah.
Setelah itu, Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, diberikan kesempatan untuk mempresentasikan berbagai praktik baik kepemimpinan yang telah dijalankan selama memimpin sekolah.
Sebelum memulai presentasinya, ia menegaskan bahwa keberhasilan sekolah merupakan hasil kerja kolektif seluruh warga sekolah.

“Seorang pemimpin pembelajaran tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama guru dan murid dalam budaya belajar yang saling menguatkan. Semua capaian hari ini adalah hasil kerja bersama,” ungkapnya.
Dalam paparannya, Agus Sugianto menjelaskan berbagai program unggulan dan inovasi sekolah secara komprehensif, mulai dari latar belakang program, dampak terhadap siswa, tantangan yang dihadapi, strategi penyelesaian, hingga rencana tindak lanjut keberlanjutan program.
Kegiatan observasi juga berlangsung interaktif. Para guru diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta harapan terhadap pola kepemimpinan di sekolah. Diskusi berjalan hangat dan mencerminkan budaya komunikasi yang sehat serta semangat untuk berkembang bersama.
Salah satu momen penting terjadi pada sesi akhir kegiatan, ketika Masrur Abadi memberikan apresiasi terhadap budaya dokumentasi dan publikasi yang telah dikembangkan SDN Panaongan III.
Menurutnya, kemampuan sekolah dalam mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan secara konsisten merupakan langkah maju yang patut dicontoh.
“Memiliki tujuh kanal media sosial aktif adalah capaian luar biasa. Ini menunjukkan keterbukaan dan akuntabilitas sekolah kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar pengelolaan media sosial tidak hanya bergantung pada kepala sekolah, melainkan menjadi gerakan bersama di lingkungan guru.
Pada kesempatan yang sama, Masrur Abadi turut membagikan pengalaman inspiratif perjalanan kariernya yang berhasil mengantarkannya meraih apresiasi hingga tingkat nasional dan lembaga internasional seperti UNICEF.
Cerita tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para guru untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan.
Kegiatan observasi yang awalnya bersifat formal kemudian berubah menjadi ruang belajar bersama yang penuh inspirasi. Suasana diskusi, refleksi, dan interaksi membuat kegiatan berlangsung hangat tanpa mengurangi substansi penilaian.
Melalui kegiatan ini, SDN Panaongan III kembali menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar siswa, tetapi juga ruang tumbuh bagi pendidik untuk terus berinovasi dan memperbaiki diri.
Dari lingkungan sederhana di pesisir Pasongsongan, sekolah ini membuktikan bahwa inspirasi pendidikan dapat lahir dari mana saja, selama ada kolaborasi, semangat belajar, dan budaya perubahan yang terus dijaga.
Penulis : Red








