SUMENEP, 30 Mei 2026 – Ada suasana berbeda yang terasa di SDN Soddara II Kecamatan Pasongsongan pada Sabtu malam (30/5/2026). Setelah sekitar 20 tahun tidak pernah menggelar acara perpisahan siswa, sekolah yang berada di Desa Soddara itu akhirnya kembali menghadirkan malam pelepasan yang dikemas melalui pentas seni budaya dan kolaborasi dengan Musik Tongtong Bintang Kejora Desa Padangdangan.
Kegiatan yang dirangkai dengan pelepasan siswa TK Kusuma Bangsa Soddara tersebut berlangsung meriah. Ratusan warga, wali murid, tokoh masyarakat, dan tamu undangan tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan penampilan para siswa yang telah dipersiapkan sejak jauh hari.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Soddara, Suhanto, serta Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto.
Kepala SDN Soddara II, Bambang Sutrisno, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memiliki makna istimewa bagi sekolah dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Atas nama keluarga besar SDN Soddara II, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Soddara dan KKKS Kecamatan Pasongsongan atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Menurut Bambang, malam perpisahan kali ini bukan sekadar seremoni pelepasan siswa. Acara tersebut menjadi momentum kebangkitan sebuah tradisi yang telah lama tidak dilaksanakan.
Selama bertahun-tahun, kegiatan akhir tahun di sekolah lebih banyak diisi dengan karya wisata. Namun tahun ini, sekolah memilih menghadirkan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
“Ini merupakan malam perpisahan pertama setelah sekitar 20 tahun. Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada siswa dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni yang melibatkan mereka secara langsung,” jelasnya.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian malam itu adalah Tari Topeng Madura. Dengan balutan busana tradisional dan gerakan yang penuh penghayatan, para siswa berhasil membawakan tarian khas Madura yang kini mulai jarang ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Tepuk tangan berkali-kali terdengar mengiringi setiap penampilan yang ditampilkan di atas panggung.
Bagi banyak warga yang hadir, pertunjukan itu bukan hanya menjadi hiburan, melainkan juga menjadi pengingat bahwa warisan budaya daerah masih tumbuh dan dijaga oleh generasi muda.
Di penghujung acara, Bambang berpesan kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar agar terus melanjutkan pendidikan dan tidak berhenti mengejar cita-cita.
“Kami berharap seluruh siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terus belajar dengan sungguh-sungguh, dan menjadi generasi yang membanggakan keluarga serta daerahnya,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto, memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, malam perpisahan SDN Soddara II menjadi bukti bahwa sekolah di wilayah pedesaan memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berinovasi.
“Saya sangat bangga melihat kreativitas yang ditampilkan anak-anak malam ini. Tari Topeng Madura yang mereka bawakan memiliki nilai budaya yang tinggi. Ini membuktikan bahwa sekolah di pelosok juga mampu menghadirkan karya yang membanggakan dan menginspirasi,” ujarnya.
Tokoh yang juga menjabat sebagai Kepala SDN Panaongan III itu berharap semangat kolaborasi antar sekolah di Kecamatan Pasongsongan terus terjaga demi kemajuan pendidikan.
Malam itu, SDN Soddara II tidak hanya melepas para siswa yang telah menyelesaikan masa belajarnya. Lebih dari itu, sekolah berhasil menghadirkan sebuah panggung yang mempertemukan pendidikan, kreativitas, dan pelestarian budaya dalam satu kebersamaan yang hangat. Setelah dua dekade berlalu, tradisi yang sempat terhenti akhirnya kembali hidup dari sebuah sekolah di ujung utara Kecamatan Pasongsongan.
Penulis : Redaksi








