SUMENEP, detikzone.id – Pemandangan tak biasa terlihat di sejumlah ruas jalan dan kawasan pendidikan di Kabupaten Sumenep, Jumat (5/6/2026) pagi. Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, BUMN, hingga berbagai instansi turun langsung ke lapangan memungut sampah, membersihkan selokan, dan merapikan lingkungan.
Gerakan masif itu bukan sekadar kerja bakti rutin. Di bawah kepemimpinan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemerintah Kabupaten Sumenep sedang membangun budaya baru: menjadikan kebersihan sebagai gerakan bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan.
Sejak pagi, kawasan sekitar SMPN 1 Sumenep, SMPN 2 Sumenep, SMPN 3 Sumenep, SMAN 1 Sumenep, GOR A. Yani hingga Jalan Raung Desa Pabian dipenuhi para ASN yang membawa sapu, cangkul, dan peralatan kebersihan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia terkait Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), yang kemudian diterjemahkan Pemkab Sumenep melalui Gerakan Jumat Bersih secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, mengatakan bahwa sasaran kali ini difokuskan pada lingkungan pendidikan dan fasilitas publik agar tercipta suasana belajar yang nyaman sekaligus lingkungan yang sehat.
“Ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan bersih adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Semangat tersebut juga digaungkan hingga tingkat kecamatan dan desa. Para camat, lurah, kepala desa, serta masyarakat diajak bergerak bersama agar budaya gotong royong tidak hanya menjadi slogan, melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah dan perubahan perilaku masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sumenep memilih turun langsung memberi contoh. Pesannya sederhana namun kuat: perubahan tidak cukup hanya lewat imbauan, tetapi harus dimulai dari tindakan nyata.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menegaskan bahwa gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Dengan Gerakan Jumat Bersih yang terus digelorakan, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo ingin memastikan Sumenep tidak hanya dikenal sebagai daerah yang kaya budaya dan sejarah, tetapi juga sebagai kabupaten yang bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang.
Penulis : Red








