SANGKAPURA — Pembangunan Masjid Al-Mukarramah di Dusun Duku, Desa Sungairujing, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, yang mulai dikerjakan sejak 23 Oktober 2025, kini telah mencapai sekitar 50 persen. Capaian tersebut ditandai dengan pelaksanaan selamatan dalam tradisi masyarakat Bawean yang dikenal sebagai manaik kaju, yakni tahapan pemasangan rangka kayu bangunan, yang dilaksanakan pada Kamis (11/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembangunan Masjid Al-
Mukarramah bermula dari keinginan masyarakat untuk memiliki tempat ibadah yang lebih luas dan representatif. Sebelumnya, masjid yang berdiri di lokasi tersebut berukuran relatif kecil dan dinilai sudah tidak mampu menampung seluruh jamaah, terutama saat salat Jumat, salat Id, maupun kegiatan keagamaan lainnya. Atas dasar kebutuhan tersebut, masyarakat bersama tokoh agama dan panitia sepakat merombak bangunan lama dan membangun masjid yang lebih besar.
Tradisi manaik kaju yang digelar sebagai penanda capaian pembangunan 50 persen berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, panitia pembangunan masjid, para ahli tukang bangunan, serta warga setempat yang selama ini terlibat dalam proses pembangunan.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Mukarramah, Muhammad Yusuf, menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pembangunan yang berjalan sesuai harapan. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan semangat gotong royong masyarakat Dusun Duku.
“Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah SWT dan dukungan seluruh masyarakat, pembangunan Masjid Al-Mukarramah dapat berjalan dengan baik hingga mencapai tahap manaik kaju. Ini merupakan momentum yang sangat berarti bagi kami karena menandakan pembangunan telah memasuki fase yang lebih maju,” ujarnya.
Yusuf menjelaskan, sejak awal pembangunan masyarakat memberikan dukungan dalam berbagai bentuk, mulai dari tenaga, material bangunan hingga sumbangan dana. Semangat kebersamaan itu menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan masjid yang menjadi kebutuhan bersama warga.
“Kami sangat bersyukur karena masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan masjid ini. Banyak warga yang ikut membantu sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang menyumbang tenaga, ada yang memberikan material, dan ada pula yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung pembangunan,” katanya.
Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus terjaga hingga pembangunan selesai. Yusuf juga berharap pembangunan Masjid Al-Mukarramah senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT serta membawa manfaat yang besar bagi masyarakat.
“Semoga pembangunan masjid ini berjalan lancar hingga selesai serta membawa keberkahan bagi para donatur, panitia, para pekerja, dan seluruh warga yang turut membantu,” tuturnya.

Selain menjadi sarana ibadah, masjid yang sedang dibangun tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Dengan bangunan yang lebih luas dan representatif, berbagai kegiatan keislaman seperti pengajian, pendidikan Al-Qur’an, peringatan hari besar Islam, hingga pembinaan generasi muda diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.
Pelaksanaan selamatan manaik kaju juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bawean tersebut tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga mencerminkan budaya kebersamaan dan solidaritas yang masih kuat di tengah masyarakat.
Dengan capaian pembangunan yang telah mencapai 50 persen, panitia optimistis Masjid Al-Mukarramah dapat terus dibangun sesuai rencana hingga rampung. Dukungan masyarakat yang konsisten serta semangat gotong royong yang terus terjaga menjadi modal penting dalam mewujudkan masjid yang lebih besar, nyaman, dan mampu memenuhi kebutuhan jamaah di Dusun Duku untuk jangka panjang.








