BAWEAN – Rangkaian kegiatan Kemah Sufi Muda dan Bazar Sufistik II yang diselenggarakan Lajnah GEMMATAN Idarah Wustha JATMAN Jawa Timur resmi ditutup pada Ahad (14/6/2026) di Pantai Kerrong Mombhul, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran, penguatan spiritualitas, serta kaderisasi bagi generasi muda melalui berbagai agenda keagamaan, kebangsaan, dan pengembangan karakter berbasis nilai-nilai tasawuf.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada hari kedua, Mudir JATMAN Bawean, Dr. K.H. Aba Abror Al-Muqaddam, Lc., menyampaikan materi tentang Ragam dan Corak Tarekat di Dunia Islam. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa nilai-nilai tarekat secara historis selalu berjalan seiring dengan semangat perjuangan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Menurutnya, tarekat tidak hanya penting bagi kalangan sepuh, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada generasi muda sejak dini. Hal ini karena tasawuf dan tarekat merupakan salah satu benteng moral yang akan selalu relevan dalam menghadapi tantangan setiap zaman dan generasi.
“Melalui Kemah Sufi Muda ini, kami berharap lahir generasi sufi yang memiliki wawasan global, kuat secara spiritual, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Selain mengikuti berbagai materi, peserta juga menjalani pembiasaan amaliah spiritual berupa qiyamul lail, shalat berjamaah, dzikir, tahlil, talqin dzikir, dan manaqiban yang menjadi ciri khas kegiatan Kemah Sufi Muda.
Pada hari terakhir, peserta melaksanakan qiyamul lail, shalat Subuh berjamaah, bersih lingkungan, sidang komisi, serta rapat pleno untuk merumuskan sejumlah rekomendasi yang berkaitan dengan penguatan kaderisasi dan pengembangan program GEMMATAN JATMAN di masa mendatang.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, masyarakat Bawean, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Antusiasme peserta selama mengikuti seluruh rangkaian acara dinilai menjadi bukti tingginya semangat generasi muda dalam mempelajari tasawuf dan dunia tarekat.
Melalui Kemah Sufi Muda dan Bazar Sufistik II ini, JATMAN Jawa Timur berharap lahir generasi muda yang berakhlakul karimah, memiliki kedalaman spiritual, wawasan keislaman yang luas, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar nilai-nilai yang diperoleh selama perkemahan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bekal dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara.
Penulis : Abd Hamid








