Jurus Pamungkas Dinkes Probolinggo, Perkuat Posyandu sebagai Benteng Utama Kesehatan Masyarakat

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo bersama jajaran dan kader Posyandu saat mengikuti kegiatan penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat. Dinkes Probolinggo terus memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mulai dari ibu hamil, balita, remaja hingga lansia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo bersama jajaran dan kader Posyandu saat mengikuti kegiatan penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat. Dinkes Probolinggo terus memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mulai dari ibu hamil, balita, remaja hingga lansia.

PROBOLINGGO- Gelak tawa berbalut diskusi serius memecah keheningan Alino Cafe & Eatery Kraksaan sejak Rabu hingga Kamis (24-25/6/2026). Di tempat ini, puluhan bidan dan tenaga gizi dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Probolinggo berkumpul bukan untuk sekadar melepas penat, melainkan mematangkan strategi demi memperkuat benteng pertahanan kesehatan masyarakat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Angkatan II. Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata mempercepat transformasi layanan kesehatan primer dari akar rumput.

Para nakes yang hadir merupakan ujung tombak yang memegang peran strategis. Mereka bertugas membina, mendampingi, dan memperkuat layanan posyandu di wilayah kerja masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama dua hari, atmosfer kegiatan dipenuhi dengan transfer ilmu yang padat. Kebijakan terbaru peran nakes dalam pembinaan strategi implementasi transformasi layanan kesehatan primer

Ruang pertemuan pun berubah menjadi wadah bertukar pikiran. Di sini, para bidan dan tenaga gizi saling membongkar tantangan lapangan dan membagikan praktik baik (best practices) yang bisa direplikasi di desa lain.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Rusminah, menegaskan bahwa orientasi ini krusial untuk menyamakan persepsi di tingkat pembina.”Posyandu adalah ujung tombak. Tenaga kesehatan harus memiliki pemahaman yang sama terkait kebijakan, tata kelola, dan strategi pembinaan agar pelayanan masyarakat semakin berkualitas,” tegas Sri Rusminah di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, transformasi kesehatan menuntut posyandu bergerak lebih kencang pada upaya promotif dan preventif. Nakes tidak boleh lagi sekadar menonton, tetapi harus aktif mengawal.”Kami ingin memperkuat kemampuan bidan dan tenaga gizi dalam mendampingi posyandu. Mulai dari kesehatan ibu dan anak, pemantauan status gizi, pencegahan stunting, hingga edukasi kesehatan,” jelasnya.

 

Bagi Dinkes, keberhasilan posyandu adalah perkawinan antara keaktifan kader dan kualitas pembinaan nakes. Tanpa pendampingan yang mumpuni dari puskesmas, kader di desa akan kehilangan arah.

Melalui forum ini, Sri Rusminah berharap lahir inovasi-inovasi segar dari hasil berbagi pengalaman antar-nakes untuk menyelesaikan masalah lokal di tiap wilayah. Dinkes pun berkomitmen menjaga keberlanjutan peningkatan kapasitas SDM ini.

“Harapannya, setelah ini para nakes langsung tancap gas mengimplementasikan ilmu mereka. Kita ingin manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan secara menyeluruh,” pungkasnya.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Lampu Kuning Anggaran Probolinggo: Serapan Minim, Pemkab Minta Gas Pol Sebelum Akhir Tahun
Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN
Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Lampu Kuning Anggaran Probolinggo: Serapan Minim, Pemkab Minta Gas Pol Sebelum Akhir Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026

Berita Terbaru