SUMENEP – Komitmen membangun budaya pendidikan yang terbuka, transparan, dan responsif kembali ditunjukkan oleh Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, sosok yang dikenal luas dengan ciri khas blangkon yang selalu dikenakannya serta kiprahnya sebagai pelopor kolaborasi pendidikan di Kecamatan Pasongsongan. Selain memimpin SDN Panaongan III, Agus juga mengemban amanah sebagai Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Pasongsongan.
Kali ini, ia meluncurkan sebuah inovasi pelayanan publik sekolah yang diberi nama PORAGUS (Alapora Ka Pak Agus), sebuah hotline pengaduan, saran, dan masukan yang dapat diakses langsung oleh seluruh wali murid melalui WhatsApp 0823-3448-9799.
Nama PORAGUS dipilih sebagai simbol kedekatan antara kepala sekolah dengan masyarakat. Program ini menjadi ruang komunikasi langsung agar setiap aspirasi, keluhan, kritik, saran, maupun apresiasi dari wali murid dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat, profesional, dan bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Agus Sugianto, PORAGUS bukan sekadar nomor WhatsApp, melainkan bentuk nyata komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik di era digital.
> “PORAGUS kami hadirkan sebagai jembatan komunikasi antara sekolah dengan masyarakat. Sekolah yang baik bukanlah sekolah yang bebas dari kritik, tetapi sekolah yang memiliki keberanian untuk mendengar, menerima masukan, dan terus memperbaiki diri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam praktik sehari-hari tidak semua persoalan yang dihadapi wali murid dapat segera memperoleh respons. Kesibukan guru maupun tenaga kependidikan terkadang menyebabkan komunikasi tidak berjalan secepat yang diharapkan.
Melalui PORAGUS (Alapora Ka Pak Agus), setiap laporan akan diterima langsung oleh kepala sekolah sebagai pemegang kebijakan, sehingga proses identifikasi masalah, koordinasi dengan guru, hingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat, bijaksana, dan komprehensif.
> “Ketika laporan masuk langsung kepada kepala sekolah, maka saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap persoalan mendapatkan perhatian yang proporsional. Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan hukuman, tetapi harus dicari akar persoalannya sehingga solusi yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi semua pihak,” jelas Agus.
Menuju Budaya Sekolah yang Transparan
Peluncuran PORAGUS merupakan bagian dari transformasi tata kelola SDN Panaongan III menuju sekolah yang semakin transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Menurut Agus, kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun apabila sekolah bersedia membuka ruang dialog yang sehat dengan orang tua.
Setiap pengaduan, saran, maupun masukan yang masuk melalui PORAGUS akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu pelayanan sekolah, baik di bidang pembelajaran, administrasi, kedisiplinan, maupun program-program pengembangan sekolah.
> “Transparansi bukan berarti membuka segala sesuatu tanpa aturan. Transparansi adalah keberanian untuk mendengar suara masyarakat, menjelaskan setiap kebijakan secara terbuka, dan memperbaiki kekurangan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa PORAGUS tidak hanya diperuntukkan bagi penyampaian keluhan.
Orang tua juga dipersilakan menyampaikan ide, gagasan, apresiasi, maupun inovasi yang dapat memperkuat kemajuan SDN Panaongan III.
Digitalisasi Pelayanan Pendidikan
Pemanfaatan aplikasi WhatsApp dipilih karena menjadi media komunikasi yang paling mudah dijangkau oleh masyarakat.
Melalui PORAGUS, wali murid tidak harus selalu datang ke sekolah untuk menyampaikan aspirasi ataupun meminta penjelasan terhadap suatu persoalan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi digital SDN Panaongan III dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan humanis.
Bagi Agus, digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga bagaimana teknologi mampu memperpendek jarak komunikasi antara sekolah dengan masyarakat.
Pendidikan Adalah Kolaborasi
Selama ini Agus Sugianto dikenal sebagai salah satu pelopor kolaborasi pendidikan di Kecamatan Pasongsongan. Berbagai inovasi yang dilaksanakan di SDN Panaongan III selalu melibatkan orang tua, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Baginya, pendidikan yang berkualitas lahir dari komunikasi yang sehat dan kolaborasi yang kuat.
> “Anak-anak hanya berada beberapa jam di sekolah. Selebihnya mereka tumbuh bersama keluarga dan masyarakat. Karena itu keberhasilan pendidikan tidak mungkin dicapai tanpa komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua,”ungkapnya.
PORAGUS: Dari Mendengar Menuju Perubahan
Melalui PORAGUS (Alapora Ka Pak Agus), SDN Panaongan III ingin menegaskan bahwa setiap suara masyarakat memiliki arti.
Setiap kritik adalah bahan evaluasi.
Setiap saran adalah inspirasi.
Setiap apresiasi adalah penyemangat.
Dan setiap pengaduan adalah amanah yang harus ditindaklanjuti secara profesional.
Menutup keterangannya, Agus menyampaikan sebuah pesan yang menjadi semangat lahirnya program tersebut.
> “Kepercayaan masyarakat adalah modal terbesar sebuah sekolah. Karena itu kami memilih untuk membuka pintu selebar-lebarnya melalui PORAGUS. Kami ingin lebih banyak mendengar, lebih cepat merespons, lebih transparan dalam bekerja, dan lebih profesional dalam melayani. Sebab pendidikan yang hebat lahir dari kolaborasi, bukan dari komunikasi yang tertutup.”
Dengan hadirnya PORAGUS (Laporan Ka Pak Agus), SDN Panaongan III berharap mampu menjadi contoh sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga unggul dalam pelayanan publik, keterbukaan informasi, dan kemitraan yang harmonis dengan masyarakat.







