PROBOLINGGO -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengambil langkah agresif dalam memperkuat benteng pertahanan kesehatan masyarakat terhadap ancaman penyakit malaria. Sebanyak 27 dokter dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo dikirim untuk mengikuti pelatihan intensif tata laksana malaria di UPT Latkesmas Murnajati, Lawang.Pelatihan yang berlangsung selama sepuluh hari sejak 6 hingga 15 Juli 2026,ini didesain khusus untuk meng-upgrade kompetensi para tenaga medis agar mampu mengeksekusi penanganan malaria sesuai dengan standar nasional terbaru.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, menegaskan bahwa investasi pada kapasitas sumber daya manusia (SDM) adalah kunci utama di garda terdepan pelayanan. Menurutnya, akurasi diagnosis di lapangan tidak boleh ditoleransi demi keselamatan pasien.“Sebanyak 27 dokter kami kirim agar mereka memiliki kompetensi yang semakin tajam dalam mendiagnosis, menangani, hingga melakukan pencegahan malaria sesuai pedoman. Peningkatan kapasitas ini adalah kunci keberhasilan pengendalian dan eliminasi malaria di Kabupaten Probolinggo,” ujar dr. Nina saat memberikan keterangan.
Selama sepuluh hari di Lawang, para peserta tidak hanya belajar teori. Mereka digembleng secara komprehensif untuk menguasai berbagai aspek krusial, antara lain,Menganalisis hasil pemeriksaan diagnostik secara presisi.Menangani kasus malaria tanpa komplikasi hingga kasus malaria berat.Melakukan tata laksana khusus pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.Menyusun perencanaan logistik obat-obatan dan alat kesehatan malaria agar tidak terjadi kekosongan di puskesmas maupun rumah sakit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Daerah berharap sepulangnya para dokter dari pelatihan ini, peta penanganan malaria di Kabupaten Probolinggo akan berubah menjadi lebih responsif.
“Ilmu dan keterampilan yang diperoleh wajib langsung diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari. Dengan tenaga medis yang kompeten, kami optimistis deteksi dini dan tata laksana kasus berjalan lebih efektif, sehingga target eliminasi malaria di Indonesia bisa segera tercapai,” pungkas dr. Nina optimis.
Langkah taktis Dinkes Kabupaten Probolinggo ini diharapkan menjadi preseden baik bahwa eliminasi malaria bukan sekadar target di atas kertas, melainkan aksi nyata yang dimulai dari peningkatan mutu para penyembuh di garis depan.
Penulis : Moch Solihin







