93.357 Jiwa di Kabupaten Pemalang Terancam Krisis Air

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Matahari baru saja menampakkan sinarnya, namun ratusan warga di Kecamatan Pulosari dan Belik telah berjajar rapi, Mereka menggenggam jerigen dan ember kosong dengan raut wajah penuh harap. Di tengah terik kemarau panjang yang melanda, harapan mereka akhirnya datang. Suara deru mesin truk tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang memecah keheningan, membawa ribuan bahkan hingga ratusan ribu liter air bersih siap konsumsi.

 

Musim kemarau kali ini dirasakan sebagai salah satu yang terberat. Berdasarkan data dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, krisis air bersih telah meluas hingga 30 desa di tujuh kecamatan, yakni Pulosari, Watukumpul, Randudongkal, Warungpring, Belik, Bantarbolang, dan Bodeh. Sebanyak 93.357 jiwa terdampak akibat mengeringnya sumur-sumur warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) kabupaten Pemalang Agus Ikmalludin, menuturkan bahwa tidak semua desa yang berada di 7 Kecamatan tersebut mengalami Kekeringan,

 

“Tidak semua desa di 7 kecamatan terdampak kekeringan, ada 30 desa yang terdampak dengan total warga 93 ribu, BPBD berkolaborasi dengan PMI, BAZNAS dan PDAM dalam rangka menghadapi kekeringan telah melakukan droping air ke sejumlah titik droping dengan kapasitas rata-rata sebanyak 100.000 liter air setiap hari belum ditambah dengan para relawan yang ikut melakukan droping air,” ungkap Agus, saat dikonfirmasi, pada kamis ( 16/7 ).

 

Dirinya menambahkan, bahwa daerah paling parah terdampak kekeringan ada di dua kecamatan yaitu kecamatan Belik dan Pulosari,

 

“Untuk desa terdampak paling parah di kecamatan Belik yakni desa Belik dan Gombong, sementara di kecamatan Pulosari dampak kekeringan paling parah di desa Clekatakan, Penakir, Gambaran, Nyalembeng, Batursari, Pulosari, Pagenteran, Cikendung dan desa Siremeng,” tambah Agus,

 

Lebih lanjut Kepala pelaksana BPBD kabupaten Pemalang,memprediksi kondisi kekeringan pada musim kemarau tahun ini diperkirakan hingga bulan Oktober 2026 ,

 

“Kita secara resmi mulai gelar operasi darurat hidrometeorologi kekeringan tanggal 1 juli 2026 dan prediksi sesuai dengan BMKG sampai dengan bulan oktober dengan puncak kekeringan dibulan agustus dan september,” terang Agus

 

Menyikapi situasi darurat ini, BPBD Kabupaten Pemalang mengambil langkah cepat dan taktis. Setiap harinya, ribuan hingga nyaris seratus ribu liter air bersih digelontorkan ke daerah-daerah terdampak.

Menggunakan armada truk tangki, petugas BPBD bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perumda Air Minum (PDAM) menyusuri jalanan terjal di wilayah selatan Pemalang demi memastikan pasokan air sampai ke tangan warga.

 

“Setiap hari kami mengerahkan armada truk tangki, berkoordinasi dengan pemerintah desa agar distribusi tepat sasaran. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah puncak kemarau ini,” tutupnya.

 

Distribusi air ini tidak hanya menyasar permukiman padat penduduk, tetapi juga menjangkau fasilitas umum seperti sekolah dan pondok pesantren. Warga setempat menyambut bantuan ini dengan antusias dan rasa syukur yang mendalam.

 

Bagi mereka, tetesan air bersih dari pemerintah daerah merupakan penyambung nyawa untuk bertahan dari dampak kekeringan tahunan,

Langkah kolaboratif ini rencananya akan terus diintensifkan hingga puncak musim kemarau berakhir, mengingat prakiraan cuaca yang memprediksi kondisi kering masih akan berlangsung. Sinergi antara BPBD, relawan kemanusiaan, dan segenap elemen masyarakat membuktikan semangat gotong royong warga Pemalang dalam menghadapi bencana.( Ragil).

Berita Terkait

Hampir Semua Wartawan JSI Sumenep Kompeten, Komitmen Membangun Pers Profesional Makin Nyata
Tasrif M. Saleh Apresiasi 8 Quick Wins Kapolri: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Satreskoba Polresta Sumenep Amankan Pria 29 Tahun, Sabu 0,47 Gram Ditemukan di Kamar
Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Kalbar Tangani Karhutla: Polisi Bersama Masyarakat!
Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu di Saronggi, Dua Pria Diamankan dengan Barang Bukti 2,14 Gram
Teknologi AI Masuk Desa, Dinkes Probolinggo Buru Kasus TBC Lewat Portable X-Ray
Dijanjikan Dinikahi, Perempuan di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan, Polisi Amankan Pria 22 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Hampir Semua Wartawan JSI Sumenep Kompeten, Komitmen Membangun Pers Profesional Makin Nyata

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Tasrif M. Saleh Apresiasi 8 Quick Wins Kapolri: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Satreskoba Polresta Sumenep Amankan Pria 29 Tahun, Sabu 0,47 Gram Ditemukan di Kamar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:16 WIB

Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Kalbar Tangani Karhutla: Polisi Bersama Masyarakat!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB