Sempat Mati Suri karena Pandemi, Bukit Tinggi Sumenep Kini Kembali Diserbu Pengunjung

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Destinasi wisata alam Bukit Tinggi di Dusun Billa Tompok, Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, terus menjadi magnet wisatawan meski sempat tutup akibat pandemi Covid-19. Setelah kembali dibuka pada momen Lebaran Ketupat tahun lalu, jumlah pengunjung hingga kini tetap tinggi, baik dari Sumenep maupun luar daerah.

Setiap hari, puluhan wisatawan datang menikmati panorama alam yang ditawarkan Bukit Tinggi. Pada akhir pekan, musim liburan sekolah, dan hari raya, jumlah pengunjung bahkan meningkat tajam dibanding hari biasa.

Pengelola Bukit Tinggi, Sutomo, mengatakan tingginya minat wisatawan menjadi penyemangat bagi pengelola untuk terus membenahi fasilitas yang ada. Salah satunya adalah melanjutkan pembangunan kolam renang yang sempat terhenti ketika destinasi tersebut ditutup selama pandemi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, sejak dibuka kembali, antusiasme pengunjung terus meningkat. Kami fokus melakukan renovasi dan penambahan fasilitas agar wisatawan semakin nyaman saat berkunjung,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Namun, di balik tingginya animo wisatawan, akses jalan menuju lokasi masih menjadi tantangan. Kondisi jalan yang rusak dan cukup ekstrem belum mendapat perbaikan selama sekitar satu tahun terakhir.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pengelola bersama masyarakat sekitar melakukan perbaikan secara swadaya, termasuk membenahi penerangan jalan demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Menurut Sutomo, masyarakat sekitar juga merasakan dampak positif dari berkembangnya wisata Bukit Tinggi. Banyak warga yang membuka usaha kuliner, menyediakan jasa parkir, hingga ikut terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata.

Dalam upaya memperluas jangkauan promosi, pengelola memanfaatkan media sosial seperti TikTok, Facebook, dan WhatsApp. Strategi digital tersebut dinilai efektif menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

Saat hari biasa, jumlah pengunjung berkisar antara 50 hingga 70 orang per hari. Angka tersebut meningkat signifikan saat akhir pekan, libur sekolah, maupun momentum Lebaran.

Selain menyuguhkan panorama alam dari ketinggian, Bukit Tinggi juga menyediakan area camping bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di alam terbuka.

Untuk menikmati berbagai fasilitas tersebut, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp10.000. Sementara tarif parkir dikenakan Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Dengan keindahan alam yang dimiliki serta dukungan masyarakat setempat, Bukit Tinggi terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumenep. Meski akses menuju lokasi masih membutuhkan perhatian pemerintah, antusiasme wisatawan sejauh ini tetap menunjukkan tren yang positif.

Berita Terkait

Jembatan Kaca Seruni Point Resmi Dibuka, Ikon Baru Wisata Bromo yang Menguji Adrenalin
Geliat GOR A. Yani Kian Lesu, Dangdut Pemkot Probolinggo Tak Cukup Memikat Pengunjung
Rubaru Agro Wisata Fest 2026 Siap Digelar, Paduan Budaya, UMKM, dan Hiburan Rakyat yang Akan Guncang Sumenep
Limbah Panas Cemari Sungai Kedungdalem, DLH Probolinggo Dinilai Lebih Peduli Koordinasi Ketimbang Aksi
Merasa Aman dan Nyaman, Pengunjung Casbar Surabaya Beri Penghargaan Langsung kepada Korlap Keamanan
Tak Hanya Sehat, Soekarno Fun Run Sumenep 2026 Jadi Ajang Silaturahmi dan Buka Peluang Rezeki bagi 250 UMKM
Madura EV-Day 2026, Tanda Dimulainya Revolusi Kendaraan Listrik di Sumenep
P3M Pererat Persaudaraan dan Relasi Bisnis Lewat Kopdar Keluarga di Pantai Lon Malang Sampang 

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:21 WIB

Sempat Mati Suri karena Pandemi, Bukit Tinggi Sumenep Kini Kembali Diserbu Pengunjung

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:44 WIB

Jembatan Kaca Seruni Point Resmi Dibuka, Ikon Baru Wisata Bromo yang Menguji Adrenalin

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:09 WIB

Geliat GOR A. Yani Kian Lesu, Dangdut Pemkot Probolinggo Tak Cukup Memikat Pengunjung

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:38 WIB

Rubaru Agro Wisata Fest 2026 Siap Digelar, Paduan Budaya, UMKM, dan Hiburan Rakyat yang Akan Guncang Sumenep

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:43 WIB

Limbah Panas Cemari Sungai Kedungdalem, DLH Probolinggo Dinilai Lebih Peduli Koordinasi Ketimbang Aksi

Berita Terbaru