PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memacu percepatan pembangunan daerah melalui optimalisasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Hingga akhir Juni, realisasi belanja daerah tercatat telah menyentuh angka 44,89 persen atau setara dengan Rp1,077 triliun dari total pagu APBD sebesar Rp2,401 triliun.
Capaian performa keuangan tersebut menjadi menu utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Realisasi Anggaran Triwulan II Tahun Anggaran 2026. Agenda yang diinisiasi oleh Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Probolinggo ini digelar di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo, Senin (20/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rakor resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto. Forum strategis ini dihadiri oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah, Camat, serta pejabat pengelola anggaran. Hadir pula sebagai narasumber, Kepala KPPN Bondowoso Heru Kutanto dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo Khairul Anwar.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Probolinggo turut memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada Perangkat Daerah, Kecamatan, dan Bagian dengan capaian realisasi belanja tertinggi. RSUD Waluyo Jati, Kecamatan Kraksaan, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat sukses menyabet penghargaan untuk Triwulan IV TA 2025.
Sementara untuk Triwulan I TA 2026, penghargaan diraih oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kecamatan Dringu, serta Bagian Administrasi Pembangunan. Berlanjut pada Triwulan II TA 2026, raport hijau performa anggaran sukses dipertahankan oleh RSUD Tongas, Kecamatan Dringu, dan Bagian Organisasi.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Wiwit Suryaningsih, menegaskan bahwa orkestrasi percepatan realisasi di semester kedua wajib berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas output di lapangan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kini tidak lagi melulu diukur dari tingginya angka serapan, melainkan dari kemanfaatan konkret yang dirasakan oleh masyarakat luas.
“Hingga 30 Juni 2026, realisasi kita berada di angka 44,89 persen. Kami mendorong seluruh Perangkat Daerah segera melakukan akselerasi kegiatan tanpa menabrak prinsip akuntabilitas. Yang terpenting bukan sekadar menghabiskan anggaran, tapi bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menghasilkan manfaat nyata,” ujar Wiwit saat menyampaikan laporan kegiatan.
Wiwit menambahkan, Pemkab Probolinggo telah menyiapkan formula taktis guna menyokong percepatan tersebut. Langkah strategis yang disiapkan antara lain penyesuaian belanja pegawai, penerapan kebijakan zero-based budgeting untuk pos non-prioritas, percepatan progres fisik proyek, pelaksanaan tender dini, hingga optimalisasi e-Katalog Lokal demi mendongkrak penggunaan produk dalam negeri.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Administrasi Umum dr. Anang Budi Yoelijanto mengingatkan seluruh jajaran bahwa pengelolaan anggaran harus transparan, akuntabel, dan berorientasi penuh pada hasil (outcome). Hal ini selaras dengan koridor visi besar pembangunan Kabupaten Probolinggo SAE.
“Target kita adalah outcomes, bukan sekadar spending. Setiap rupiah yang keluar dari kas daerah harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga, penurunan angka kemiskinan, serta perbaikan kualitas pelayanan publik,” tegas dr. Anang di hadapan peserta rakor.
Lebih lanjut, dr. Anang memaparkan bahwa potret pembangunan Kabupaten Probolinggo tahun 2026 mengusung tema besar Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif melalui Pembangunan Kawasan Strategis. Fokus utamanya didukung oleh pemenuhan infrastruktur berkelanjutan dan peningkatan produksi pangan.Hingga pertengahan tahun ini, progres proyek strategis daerah telah menyentuh angka 12,5 persen.
Capaian fisik tersebut di antaranya meliputi penyelesaian pembangunan 145 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sementara tujuh paket pekerjaan lainnya masih terus dikebut. Di sisi lain, Program SAE yang kini memasuki tahun kedu
Penulis : Moch Solihin







