Kediri- Mengawali aktivitas di hari Jumat dengan semangat hidup sehat dan peduli lingkungan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengayuh sepeda bersama perwakilan Forkopimda Kota Kediri dan jajaran Pemerintah Kota Kediri, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri yang bertujuan mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan nyaman. Tak sekadar berolahraga, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong melalui aksi bersih-bersih sungai di kawasan Taman Sekartaji serta peresmian ruang terbuka hijau (RTH) baru di Jalan Sudanco Supriadi.
Rute bersepeda dimulai dari Balai Kota Kediri menuju Jalan Dhoho, berbelok ke Jalan Yos Sudarso, melintasi Jembatan Brawijaya, kemudian melewati Jalan KDP Slamet hingga tiba di Taman Sekartaji. Setibanya di lokasi, Mbak Wali bersama jajaran, serta komunitas Suket Teki dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri, turun langsung membersihkan area sungai yang berada di Taman Sekartaji.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mbak Wali mengungkapkan kegiatan ini menjadi wadah untuk membiasakan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Kediri juga meresmikan ruang terbuka hijau baru sebagai upaya menambah ruang publik yang hijau, bersih, dan rapi serta mampu memberikan manfaat untuk masyarakat.
“Taman ini nantinya diharapkan bisa menjadi tempat edukasi bagi anak-anak, bagi keluarga, kemudian bisa menjadi paru-parunya Kota Kediri, serta bisa menjadi sarana untuk berinteraksi sosial. Dulunya saya lihat taman ini adalah salah satu lahan yang tidak terawat, akhirnya kemarin berdiskusi dengan DLHKP perlunya ditata sehingga ini bisa menjadi tempat berkumpul masyarakat dan bisa menjadi tempat rekreasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mbak Wali menekankan bila ada lahan-lahan yang memang tidak difungsikan dengan baik, bisa diubah menjadi taman, sehingga kota Kediri bisa terlihat lebih rapi. Karena Kota Kediri masih memiliki tantangan untuk memenuhi target minimal 20 persen ruang terbuka hijau. Meski saat ini belum mencapainya, namun upaya terus dilakukan secara bertahap agar luasan ruang terbuka hijau di Kota Kediri dapat terus bertambah, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Ini adalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan merawat taman ini. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan ruang publik yang nyaman, namun kami juga membutuhkan dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan, merawat fasilitas yang ada, serta memanfaatkan taman ini dengan bijak dan bertanggung jawab. Dengan begitu, taman ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh menjelaskan bahwa kegiatan bersepeda santai dan aksi bersih-bersih sungai ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia Asri. Wali Kota Kediri dan semua jajaran terus berupaya membangun budaya hidup bersih dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Sekaligus mengenalkan ruang terbuka hijau baru yang ada di Kota Kediri.
Ia menambahkan, peresmian ruang terbuka hijau (RTH) baru di Jalan Sudanco Supriadi menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kota Kediri dalam meningkatkan luasan RTH. Saat ini, luasan RTH Kota Kediri masih sekitar 11 persen sehingga masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi target minimal 20 persen. Karena itu, pemerintah akan terus mengoptimalkan lahan-lahan yang belum termanfaatkan agar dapat diubah menjadi ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai tempat rekreasi, berinteraksi, sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
“Untuk menaikkan target dari angka 11 persen ke 20 persen itu, walaupun berat, tapi tidak ada kata yang tidak bisa, selama kita mau melakukannya. Kemarin saya sudah mapping bersama teman-teman DLHKP, kira-kira spot-spot mana yang bisa kita garap kembali untuk dijadikan ruang terbuka hijau. Kalau kemarin saya sudah dapat dua spot. Salah satunya ada di Monumen Pancasila yang mungkin memang sudah jadi ruang terbuka hijau, tapi kondisinya cukup miris sama dengan awalnya RTH yang ada di sini juga cukup miris. Nanti di situ yang akan menjadi target kita selanjutnya,” terangnya.
Turut mengikuti kegiatan ini, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, asisten, staf ahli, kepala OPD, Camat se-Kota Kediri, Komunitas Suket Teki serta Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri.
Penulis : Bimo







